Literasi politik merupakan faktor kunci dalam membangun kesadaran bernegara dan memperkuat demokrasi, khususnya pada generasi muda. Meskipun menjadi kelompok demografi terbesar, anak muda sering kali dipersepsikan memiliki tingkat partisipasi politik yang rendah atau apatis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi politik dalam meningkatkan partisipasi demokrasi anak muda serta mengidentifikasi saluran utama pembentuk kesadaran politik mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah dan data terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pemahaman politik melalui pendidikan formal, organisasi, dan media digital secara signifikan mampu mengubah sikap apatis menjadi partisipasi aktif. Pemahaman yang mendalam mengenai sistem demokrasi dan hak-hak kewarganegaraan mendorong anak muda untuk terlibat tidak hanya dalam pemilu, tetapi juga dalam advokasi isu sosial dan diskusi publik di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi politik berperan penting dalam mengonversi potensi demografi pemuda menjadi kekuatan demokratis yang kritis dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, penguatan edukasi politik yang adaptif terhadap media digital sangat diperlukan untuk mendukung keberlanjutan demokrasi.
Copyrights © 2026