Penelitian ini mengkaji kebiasaan konsumsi internet Generasi Z Indonesia (lahir 1997–2012) dan mengidentifikasi potensinya sebagai prospek bisnis. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur dan analisis data sekunder dari Google Scholar, Scopus, BPS, dan APJII (2020–2025). Analisis tematik digunakan untuk memetakan perilaku konsumsi, lalu dikaitkan dengan peluang strategi bisnis melalui customer journey mapping dan value proposition design. Hasil menunjukkan Gen Z cenderung melakukan pembelian impulsif yang dipicu oleh tekanan teman sebaya, konten media sosial, dan FOMO, terutama di YouTube, Instagram, dan TikTok. Temuan ini didukung oleh transaksi e-commerce Indonesia yang mencapai Rp1.288,93 triliun pada 2024. Selain impulsif, Gen Z juga memperhatikan nilai etis dan keberlanjutan. Karakteristik ganda ini menjadi dasar bagi peritel untuk menyusun strategi seperti omnichannel, personalisasi berbasis data, dan social commerce dengan konten interaktif. Penelitian ini menawarkan kerangka praktis bagi pelaku usaha untuk mengoptimalkan peluang dari segmen Gen Z secara terukur.
Copyrights © 2026