This article examines the methodology of Islamic education policy research within non-formal institutions, specifically the kuttab, utilizing a policy case study approach alongside its contemporary implementation challenges. In Indonesia, formal policy studies and administrative quantitative methods predominate, whereas the value-based governance logic of non-formal institutions remains inadequately captured within conventional student admission frameworks. The New Student Admission (PSB) at Kuttab Ibnu Abbas, selected via purposive sampling, serves as an empirical locus for investigating policy research methodology in non-formal Islamic organizations. Drawing upon literature synthesis and practical reflections, this article outlines object characteristics, case study rationales, and the integration of multi-source document analysis with policy actor interviews. Assessments were conducted using thematic analysis and policy-practice gap mapping. The study yields a five-stage procedural framework (case definition, actor mapping, multi-method data collection, policy gap analysis, and analytical synthesis) addressing real-world field constraints, including document fragmentation, organizational culture dynamics, inclusive digitalization, and analytical generalization boundaries. This methodological framework provides a robust, ethical, and context-sensitive guide for educational researchers and management practitioners. ABSTRAK Artikel ini membahas metodologi penelitian kebijakan pendidikan Islam pada lembaga nonformal, khususnya kuttab, dengan pendekatan studi kasus kebijakan (policy case study) beserta tantangan kontemporer dalam pelaksanaannya. Di Indonesia, kajian kebijakan formal dan metode kuantitatif administratif sangat dominan, sementara logika tata kelola berbasis nilai di lembaga nonformal tidak sepenuhnya terungkap dalam kerangka PPDB konvensional. Penerimaan Santri Baru (PSB) Kuttab Ibnu Abbas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling menjadi lokus studi untuk mengkaji metodologi penelitian kebijakan lembaga Islam nonformal. Melalui sintesis literatur dan refleksi praktis, artikel ini membahas karakteristik objek, rasionalitas studi kasus, serta integrasi analisis dokumen dan wawancara dengan para aktor kebijakan. Penilaian dilakukan menggunakan analisis tematik dan pemetaan kesenjangan antara regulasi dan praktik (policy-practice gap). Riset ini menghasilkan kerangka prosedural lima tahap (definisi kasus, pemetaan aktor, pengumpulan data multi-metode, analisis kesenjangan kebijakan, dan sintesis analitik) yang memotret tantangan nyata di lapangan, mulai dari fragmentasi dokumen, pengaruh budaya organisasi, digitalisasi yang inklusif, hingga batasan dalam generalisasi temuan. Rumusan ini diharapkan menjadi panduan metodologis yang tangguh, etis, dan kontekstual bagi peneliti serta praktisi manajemen pendidikan.
Copyrights © 2026