Kelik Wardiyono
UIN Raden Mas Said Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

METODOLOGI PENELITIAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM NONFORMAL: PENDEKATAN STUDI KASUS DAN TANTANGAN KONTEMPORER Kelik Wardiyono; Abdul Matin Bin Salman; Muhammad Munadi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15360

Abstract

This article examines the methodology of Islamic education policy research within non-formal institutions, specifically the kuttab, utilizing a policy case study approach alongside its contemporary implementation challenges. In Indonesia, formal policy studies and administrative quantitative methods predominate, whereas the value-based governance logic of non-formal institutions remains inadequately captured within conventional student admission frameworks. The New Student Admission (PSB) at Kuttab Ibnu Abbas, selected via purposive sampling, serves as an empirical locus for investigating policy research methodology in non-formal Islamic organizations. Drawing upon literature synthesis and practical reflections, this article outlines object characteristics, case study rationales, and the integration of multi-source document analysis with policy actor interviews. Assessments were conducted using thematic analysis and policy-practice gap mapping. The study yields a five-stage procedural framework (case definition, actor mapping, multi-method data collection, policy gap analysis, and analytical synthesis) addressing real-world field constraints, including document fragmentation, organizational culture dynamics, inclusive digitalization, and analytical generalization boundaries. This methodological framework provides a robust, ethical, and context-sensitive guide for educational researchers and management practitioners. ABSTRAK Artikel ini membahas metodologi penelitian kebijakan pendidikan Islam pada lembaga nonformal, khususnya kuttab, dengan pendekatan studi kasus kebijakan (policy case study) beserta tantangan kontemporer dalam pelaksanaannya. Di Indonesia, kajian kebijakan formal dan metode kuantitatif administratif sangat dominan, sementara logika tata kelola berbasis nilai di lembaga nonformal tidak sepenuhnya terungkap dalam kerangka PPDB konvensional. Penerimaan Santri Baru (PSB) Kuttab Ibnu Abbas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling menjadi lokus studi untuk mengkaji metodologi penelitian kebijakan lembaga Islam nonformal. Melalui sintesis literatur dan refleksi praktis, artikel ini membahas karakteristik objek, rasionalitas studi kasus, serta integrasi analisis dokumen dan wawancara dengan para aktor kebijakan. Penilaian dilakukan menggunakan analisis tematik dan pemetaan kesenjangan antara regulasi dan praktik (policy-practice gap). Riset ini menghasilkan kerangka prosedural lima tahap (definisi kasus, pemetaan aktor, pengumpulan data multi-metode, analisis kesenjangan kebijakan, dan sintesis analitik) yang memotret tantangan nyata di lapangan, mulai dari fragmentasi dokumen, pengaruh budaya organisasi, digitalisasi yang inklusif, hingga batasan dalam generalisasi temuan. Rumusan ini diharapkan menjadi panduan metodologis yang tangguh, etis, dan kontekstual bagi peneliti serta praktisi manajemen pendidikan.    
METODOLOGI PENELITIAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM NONFORMAL: PENDEKATAN STUDI KASUS DAN TANTANGAN KONTEMPORER Kelik Wardiyono; Abdul Matin Bin Salman; Muhammad Munadi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15319

Abstract

The dominance of formal education policy studies and administrative quantitative methods, which frequently overlook value-based governance in non-formal institutions, backgrounds this article. These operational gaps lead to a scarcity of methodological frameworks that are sensitive to the distinctive characteristics of classical Islamic institutions. The primary focus of this scholarly inquiry is to formulate an Islamic non-formal education policy research methodology utilizing a policy case study approach alongside identifying its contemporary challenges. This conceptual qualitative methodology was executed through contemporary literature synthesis and empirical illustrations of the New Student Admission policy at Kuttab Ibnu Abbas Klaten, engaging 5 key actors and 1 marginal informant. Structured data collection procedures encompassed operational regulatory document analysis, in-depth semi-structured interviews, and satisfaction surveys, which were subsequently analyzed using thematic analysis, the Van Meter and Van Horn framework, and policy-practice gap mapping. The study reveals that non-formal institutional policies are substantially driven by organizational culture, leadership figures, tarbiyah values, and fragmented operational records. Field challenges involve limited actor access, inclusive digital service obstacles, and analytical generalization constraints. The main conclusion confirms that the policy case study framework is proven to be highly robust, ethical, and contextual in comprehensively unraveling the governance dynamics of non-formal Islamic education. ABSTRAK Dominasi kajian kebijakan pendidikan formal dan metode kuantitatif administratif yang kerap mengabaikan tata kelola berbasis nilai pada institusi nonformal melatarbelakangi penulisan artikel ini. Masalah operasional tersebut memicu keterbatasan kerangka metodologis yang peka terhadap karakteristik unik lembaga Islam klasik. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah merumuskan metodologi penelitian kebijakan pendidikan Islam nonformal melalui pendekatan studi kasus kebijakan (policy case study) beserta identifikasi tantangan kontemporernya. Langkah-langkah pendekatan kualitatif konseptual ini dioperasikan melalui penelaahan literatur mutakhir serta ilustrasi empiris kebijakan Penerimaan Santri Baru di Kuttab Ibnu Abbas Klaten yang melibatkan 5 aktor kunci dan 1 informan marginal. Prosedur pengumpulan data dihimpun secara terstruktur via analisis dokumen regulasi operasional, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan survei kepuasan, yang kemudian dieksekusi melalui analisis tematik, model Van Meter dan Van Horn, serta pemetaan kesenjangan antara regulasi dan praktik (policy-practice gap). Temuan studi membuktikan bahwa kebijakan lembaga nonformal sangat dipengaruhi oleh dinamika budaya organisasi, figur kepemimpinan, nilai tarbiyah, serta dokumen kebijakan yang terfragmentasi. Hambatan nyata di lapangan mencakup keterbatasan akses informan, tantangan digitalisasi layanan yang inklusif, dan batasan generalisasi analitis. Simpulan utama menegaskan bahwa kerangka studi kasus kebijakan terbukti sangat efektif, andal, etis, dan kontekstual dalam membedah dinamika tata kelola pendidikan Islam nonformal secara mendalam serta berkelanjutan ke depan.    
REKONSTRUKSI PEMASARAN PENDIDIKAN BERBASIS NILAI: STUDI KASUS KUTTAB IBNU ABBAS KLATEN Kelik Wardiyono; Toto Suharto; Fauzi Muharom
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15319

Abstract

This study reconstructs value-based educational marketing through a single case study at Kuttab Ibnu Abbas Klaten, Indonesia. Much of the educational marketing literature remains oriented toward marketing mix, competitive branding, and promotion, and thus does not fully explain school choice driven by value alignment and trust. A qualitative single case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews with the head of the kuttab, four teachers, and twelve parents; participatory observation; and document analysis of institutional policies and internal evaluation reports. Thematic analysis (open, axial, and selective coding) was used. Findings indicate that marketing at this value-based institution is not primarily promotional but is anchored in a value proposition (faith, the Qur'an, and adab), value congruence with families, trust built through teacher exemplarity and service, and social transmission via word of mouth and parent communities. An effective Value Proposition will create a Value Fit that encourages Trust Formation, triggers Social Transmission and results in Parental Decisions. The main conclusion emphasizes that value-based educational marketing in non-formal institutions operates through value resonance and trust rather than transactional logic alone. The study extends educational marketing theory in non-formal Islamic education ABSTRAK Artikel ini merekonstruksi konsep pemasaran pendidikan berbasis nilai (value-based educational marketing) melalui studi kasus pada Kuttab Ibnu Abbas Klaten. Kajian pemasaran pendidikan selama ini masih banyak berorientasi pada bauran pemasaran, branding kompetitif, dan promosi, sehingga belum sepenuhnya menjelaskan fenomena pemilihan lembaga yang didasarkan pada kesesuaian nilai dan kepercayaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala kuttab, empat guru, dan dua belas wali santri; observasi partisipatif; serta analisis dokumentasi kebijakan dan evaluasi internal. Analisis data dilakukan dengan thematic analysis (open, axial, dan selective coding). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran pendidikan pada kuttab ini tidak berpusat pada persuasi komersial, melainkan pada proposisi nilai (iman, Al-Qur'an, dan adab), kesesuaian nilai dengan keyakinan keluarga (value congruence), pembentukan kepercayaan melalui keteladanan guru dan layanan, serta transmisi sosial berupa word of mouth dan komunitas wali santri. Temuan ini mengarah pada model konseptual: Proposisi Nilai yang efektif akan menciptakan  Kesesuaian Nilai yang mendorong Pembentukan Kepercayaan, memicu  Transmisi Sosial dan menghasilkan Keputusan Orang Tua. Kesimpulan utama menegaskan bahwa pemasaran pendidikan berbasis nilai pada lembaga nonformal beroperasi melalui resonansi nilai dan kepercayaan, bukan logika transaksional semata. Kontribusi penelitian memperluas teori pemasaran pendidikan dalam konteks pendidikan Islam nonformal