LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Vol. 6 No. 4 (2026)

METODOLOGI PENELITIAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM NONFORMAL: PENDEKATAN STUDI KASUS DAN TANTANGAN KONTEMPORER

Kelik Wardiyono (UIN Raden Mas Said Surakarta)
Abdul Matin Bin Salman (UIN Raden Mas Said Surakarta)
Muhammad Munadi (UIN Raden Mas Said Surakarta)



Article Info

Publish Date
08 Sep 2026

Abstract

The dominance of formal education policy studies and administrative quantitative methods, which frequently overlook value-based governance in non-formal institutions, backgrounds this article. These operational gaps lead to a scarcity of methodological frameworks that are sensitive to the distinctive characteristics of classical Islamic institutions. The primary focus of this scholarly inquiry is to formulate an Islamic non-formal education policy research methodology utilizing a policy case study approach alongside identifying its contemporary challenges. This conceptual qualitative methodology was executed through contemporary literature synthesis and empirical illustrations of the New Student Admission policy at Kuttab Ibnu Abbas Klaten, engaging 5 key actors and 1 marginal informant. Structured data collection procedures encompassed operational regulatory document analysis, in-depth semi-structured interviews, and satisfaction surveys, which were subsequently analyzed using thematic analysis, the Van Meter and Van Horn framework, and policy-practice gap mapping. The study reveals that non-formal institutional policies are substantially driven by organizational culture, leadership figures, tarbiyah values, and fragmented operational records. Field challenges involve limited actor access, inclusive digital service obstacles, and analytical generalization constraints. The main conclusion confirms that the policy case study framework is proven to be highly robust, ethical, and contextual in comprehensively unraveling the governance dynamics of non-formal Islamic education. ABSTRAK Dominasi kajian kebijakan pendidikan formal dan metode kuantitatif administratif yang kerap mengabaikan tata kelola berbasis nilai pada institusi nonformal melatarbelakangi penulisan artikel ini. Masalah operasional tersebut memicu keterbatasan kerangka metodologis yang peka terhadap karakteristik unik lembaga Islam klasik. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah merumuskan metodologi penelitian kebijakan pendidikan Islam nonformal melalui pendekatan studi kasus kebijakan (policy case study) beserta identifikasi tantangan kontemporernya. Langkah-langkah pendekatan kualitatif konseptual ini dioperasikan melalui penelaahan literatur mutakhir serta ilustrasi empiris kebijakan Penerimaan Santri Baru di Kuttab Ibnu Abbas Klaten yang melibatkan 5 aktor kunci dan 1 informan marginal. Prosedur pengumpulan data dihimpun secara terstruktur via analisis dokumen regulasi operasional, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan survei kepuasan, yang kemudian dieksekusi melalui analisis tematik, model Van Meter dan Van Horn, serta pemetaan kesenjangan antara regulasi dan praktik (policy-practice gap). Temuan studi membuktikan bahwa kebijakan lembaga nonformal sangat dipengaruhi oleh dinamika budaya organisasi, figur kepemimpinan, nilai tarbiyah, serta dokumen kebijakan yang terfragmentasi. Hambatan nyata di lapangan mencakup keterbatasan akses informan, tantangan digitalisasi layanan yang inklusif, dan batasan generalisasi analitis. Simpulan utama menegaskan bahwa kerangka studi kasus kebijakan terbukti sangat efektif, andal, etis, dan kontekstual dalam membedah dinamika tata kelola pendidikan Islam nonformal secara mendalam serta berkelanjutan ke depan.    

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

learning

Publisher

Subject

Education

Description

LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan ...