LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Vol. 6 No. 4 (2026)

DINAMIKA VERBAL BULLYING DI LINGKUNGAN SMP KARTIYOSO SEMARANG

Tarcisia Sri Suwarti (Universitas PGRI Semarang)
Siti Lestari (Universitas PGRI Semarang)
Ismah Ismah (Universitas PGRI Semarang)



Article Info

Publish Date
07 Sep 2026

Abstract

Verbal bullying is a strategic issue in middle school education as it negatively affects students' emotional, social, and academic development. This study aims to identify the forms of verbal bullying occurring at SMP Kartiyoso Semarang, analyze its contributing factors, examine its psychological impacts, and explore the school's role in its prevention and intervention. This study employed a descriptive qualitative approach and was conducted from August to October 2025. Using purposive sampling, 50 participants were selected, including 38 students (victims, perpetrators, and bystanders), 4 Guidance and Counseling (BK) teachers, 5 homeroom teachers, and 3 school staff members. Data were collected through structured interviews, observations, open-ended questionnaires, and documentation. Data validity was ensured through source and technique triangulation, while data analysis followed the Miles and Huberman interactive model. The findings revealed that the most prevalent form of verbal bullying was negative body-shaming or parent-name calling (46.00%), followed by mocking (28.00%), offensive language (16.00%), and public humiliation (10.00%). The primary factors driving verbal bullying were an excessive joking culture, peer pressure, and limited supervision during break times. Psychologically, victims suffered from social anxiety, decreased self-confidence, and classroom disengagement. While the school responded through counseling services and rules enforcement, interventions remained largely reactive, highlighting the need for sustainable, character-building anti-bullying programs. ABSTRAK Verbal bullying merupakan salah satu isu strategis dalam dunia pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) karena berpotensi menghambat perkembangan emosional, sosial, dan akademik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk verbal bullying yang terjadi di SMP Kartiyoso Semarang, menganalisis faktor penyebabnya, mengkaji dampak psikologisnya, serta mengidentifikasi peran sekolah dalam pencegahan dan penanganannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2025. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari 50 orang, mencakup 38 siswa (korban, pelaku, dan saksi), 4 guru Bimbingan dan Konseling (BK), 5 wali kelas, dan 3 karyawan sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur, observasi lingkungan sekolah, kuesioner terbuka, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data menerapkan model Miles dan Huberman (data reduction, data display, conclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk verbal bullying yang paling dominan adalah pemberian julukan negatif terkait kondisi fisik atau nama orang tua (46,00%), ejekan merendahkan (28,00%), penggunaan kata-kata kasar (16,00%), dan penyorakan di depan umum (10,00%). Faktor utama penyebab terjadinya verbal bullying adalah budaya bercanda yang berlebihan (over-joking culture), pengaruh kelompok sebaya (peer pressure), dan belum optimalnya pengawasan saat jam istirahat. Dampak psikologis yang dialami korban mencakup kecemasan sosial, penurunan rasa percaya diri, dan keengganan berpartisipasi aktif di kelas. Sekolah telah berupaya merespons melalui layanan konseling dan sosialisasi tata tertib, namun masih bersifat reaktif sehingga memerlukan penguatan program pencegahan perundungan berbasis edukasi karakter yang berkelanjutan.    

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

learning

Publisher

Subject

Education

Description

LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan ...