Kecemasan akademik banyak dialami siswa SMA di Kabupaten Tana Toraja, sementara layanan bimbingan klasikal masih informatif dan belum didukung modul yang sistematis dan kontekstual dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul bimbingan klasikal dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT) bermuatan nilai budaya Tana Toraja (Kinaa, Sikamali', Kamasean, Karapasan) serta menguji kelayakan, kepraktisan, dan keefektifannya dalam mengurangi kecemasan akademik siswa SMA. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE dengan desain post-test only control group. Subjek uji coba lapangan terdiri atas 169 siswa kelompok eksperimen dan 169 siswa kelompok kontrol dari dua SMA Negeri di Kabupaten Tana Toraja. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respons pengguna, dan skala kecemasan akademik yang teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan modul layak dengan rata-rata Aiken's V 0,709 dan sangat praktis dengan mean respons siswa 3,46. Uji Welch's t menunjukkan perbedaan signifikan skor kecemasan akademik antara kelompok eksperimen (M = 165,90) dan kelompok kontrol (M = 148,65), t = 12,665, p < 0,001, dengan efek besar (Cohen's d = 1,378). Integrasi nilai budaya Tana Toraja memperkuat relevansi dan penerimaan modul. Penelitian ini berimplikasi pada pengayaan literatur CBT multikultural di Indonesia serta pedoman layanan bagi guru BK. Keterbatasannya adalah desain post-test only tanpa pengukuran awal secara formal, sehingga penelitian lanjutan dengan desain pretest-posttest dan randomisasi lebih ketat masih diperlukan.
Copyrights © 2026