Kelurahan Bantargebang, Kota Bekasi, menanggung beban lingkungan berat sebagai lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu sehingga masyarakat sekitar berada dalam kondisi rentan secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat penerapan green economy, tingkat kesejahteraan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), serta pengaruh penerapan green economy terhadap kesejahteraan anggota di Kelurahan Bantargebang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik sensus terhadap 55 anggota KWT Tamara 09, Palem 04, dan Berkah Delima. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert lima tingkat, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian diolah menggunakan analisis indeks skor serta analisis regresi linier berganda yang didahului uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan green economy berada pada kategori tinggi dengan indeks 68,63 persen, sedangkan tingkat kesejahteraan anggota berada pada kategori tinggi dengan indeks 68,05 persen. Hasil uji regresi memperlihatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan inklusivitas sosial berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kesejahteraan, sedangkan ekonomi rendah karbon tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Ketiga variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan dengan koefisien determinasi sebesar 70,1 persen. Inklusivitas sosial menjadi variabel dengan koefisien terbesar terhadap kesejahteraan. Penguatan efisiensi penggunaan air dan keterampilan teknis budidaya menjadi aspek yang masih perlu ditingkatkan agar manfaat ekonomi dan lingkungan dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh anggota.
Copyrights © 2026