Ketergantungan terhadap pasokan day-old chick (DOC) dari luar menjadi salah satu kendala dalam pengembangan kegiatan produktif berbasis ayam kampung di Panti Asuhan St. Angela Deli Tua karena meningkatkan biaya pengadaan, menimbulkan ketidakpastian pasokan, dan membatasi keterlibatan anak panti pada tahap pembibitan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan Hatchery Mini sebagai teknologi tepat guna untuk membangun kemandirian pembibitan ayam kampung sekaligus memperkuat keterampilan produktif, kapasitas kewirausahaan, dan fondasi pemberdayaan ekonomi anak panti. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dan learning by doing melalui pelatihan seleksi telur tetas, candling, pengaturan suhu dan kelembapan, sanitasi dan biosekuriti, penanganan DOC, brooding, pengoperasian Hatchery Mini, serta pencatatan produksi dan biaya. Evaluasi terhadap 15 peserta menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 54,7 menjadi 83,3. Selama tiga siklus penetasan, 300 telur menghasilkan 188 DOC dengan fertilitas kumulatif 83,7%, daya tetas 74,9%, dan survival rate hingga umur 14 hari sebesar 94,1%. Penerapan sistem pencatatan menghasilkan estimasi HPP sebesar Rp6.250 per DOC, lebih rendah dibandingkan biaya pembelian DOC dari luar sebesar Rp8.000 per ekor, atau memberikan potensi efisiensi biaya sekitar 21,9%. Capaian ekonomi pada tahap ini terutama tercermin pada kemampuan peserta memahami biaya produksi, melakukan pencatatan usaha, dan menjalankan fungsi dasar unit pembibitan; karena itu, hasil program lebih tepat diposisikan sebagai pembentukan fondasi pemberdayaan ekonomi daripada peningkatan pendapatan yang telah terealisasi. Hatchery Mini dengan demikian tidak hanya menyediakan sarana pembibitan mandiri, tetapi juga membangun kapasitas teknis dan manajerial bagi pengembangan unit usaha ayam kampung yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026