Tuberkulosis (TB) masih menjadi ancaman kesehatan komunitas yang dipicu oleh keterbatasan literasi serta hambatan komunikasi pencegahan di tingkat akar rumput. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendeskripsikan model kolaborasi dosen dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam meningkatkan literasi pencegahan TB pada masyarakat usia produktif di Kota Samarinda. Pendekatan partisipatif diterapkan melalui pembagian peran terstruktur: dosen memegang kendali mutu materi dan pengawasan akademik, sementara mahasiswa KKN bertindak sebagai fasilitator komunikasi dan pendamping lapangan. Rangkaian intervensi melibatkan 50 peserta usia produktif di Kecamatan Air Putih melalui edukasi interaktif dua arah, simulasi etika batuk, kuis, skrining mandiri risiko TB, pemeriksaan fisik dasar, serta diseminasi Modul Panduan Praktis. Evaluasi kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan rerata skor literasi pencegahan TB dari 66,50 ± 11,24 menjadi 88,17 ± 8,63 (meningkat 32,59%), dengan 100% peserta teridentifikasi berada pada kategori risiko rendah. Sinergi ini terbukti menghapuskan jarak komunikasi sosial, memperluas intensitas pendampingan, dan menjamin validitas materi edukasi. Model kolaborasi terpadu ini memberikan kontribusi inovatif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat yang adaptif dan bernilai keberlanjutan tinggi dalam promosi kesehatan berbasis perguruan tinggi.
Copyrights © 2026