Asuransi tertanam (embedded insurance) merupakan inovasi insurtech yang mengintegrasikan produk perlindungan ke dalam alur transaksi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat penggunaan asuransi tertanam pada mahasiswa Universitas Brawijaya menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) termodifikasi. Model penelitian mencakup persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kebermanfaatan, kepercayaan, persepsi risiko, dan niat penggunaan. Persepsi risiko dalam penelitian ini dioperasionalisasikan sebagai risiko penggunaan layanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain survei cross-sectional terhadap 200 mahasiswa aktif S1 Universitas Brawijaya yang pernah melakukan transaksi digital dan pernah menerima atau melihat tawaran asuransi tertanam, tetapi belum pernah menggunakannya. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kebermanfaatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat penggunaan, sedangkan persepsi kemudahan penggunaan tidak berpengaruh langsung secara signifikan, tetapi berpengaruh tidak langsung melalui persepsi kebermanfaatan. Persepsi risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat penggunaan, sementara kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi risiko; kedua arah hubungan tersebut berlawanan dengan hipotesis awal. Model mampu menjelaskan 55,2% variasi niat penggunaan. Temuan ini menunjukkan bahwa peran kepercayaan dan persepsi risiko pada konteks asuransi tertanam perlu ditafsirkan secara hati-hati karena tidak sepenuhnya mengikuti pola umum pada layanan keuangan digital lain.
Copyrights © 2026