Analytical thinking merupakan keterampilan inti yang paling dibutuhkan industri global (WEF, 2025). ChatGPT menjadi AI generatif dominan di kalangan mahasiswa PTI FILKOM UB, namun belum diketahui secara empiris apakah persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use/PEOU) dan persepsi kegunaan (Perceived Usefulness/PU) pada penggunaan ChatGPT berpengaruh terhadap kemampuan analytical thinking mahasiswa dalam konteks mata kuliah berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PEOU dan PU terhadap Analytical Thinking mahasiswa PTI FILKOM UB pada mata kuliah Capstone Project. PEOU dan PU diadaptasi dari Technology Acceptance Model (Davis, 1989), sedangkan Analytical Thinking diukur melalui tiga sub-proses kognitif tingkat Analyze dalam Revised Bloom's Taxonomy: Differentiating, Organizing, dan Attributing (Krathwohl, 2002). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 80 mahasiswa PTI angkatan 2022 dan 2023 yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner 36 butir skala Likert 5-poin yang telah divalidasi melalui expert judgement (Aiken's V) dan pilot test (Pearson Product Moment, Cronbach's Alpha), kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa PEOU (t = 4,115; Sig. < 0,001; Beta = 0,512) dan PU (t = 2,328; Sig. = 0,023; Beta = 0,290) masing-masing berpengaruh signifikan terhadap Analytical Thinking, serta secara simultan keduanya berpengaruh signifikan (F = 54,204; Sig. < 0,001; R² = 0,585). PEOU merupakan prediktor yang lebih dominan dibandingkan PU.
Copyrights © 2026