PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur High Pressure Laminate (HPL) yang kualitas produknya sangat dipengaruhi oleh proses treating pada Mesin Treating 5. Tingginya tingkat defect menimbulkan pemborosan bahan baku, kehilangan waktu produksi, dan peningkatan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat kapabilitas proses melalui nilai DPMO dan sigma, menganalisis prioritas risiko kegagalan dengan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), serta menyusun usulan perbaikan untuk mengurangi defect. Data produksi periode Mei 2025-April 2026 dianalisis dengan Six Sigma, sedangkan data primer severity, occurrence, dan detection diperoleh melalui observasi serta wawancara dengan operator senior, leader, dan supervisor. Prioritas risiko ditetapkan berdasarkan Risk Priority Number (RPN), dilanjutkan analisis Pareto dan diagram sebab-akibat. Hasil penelitian menunjukkan total produksi 3.754.954 unit dengan 31.627 defect, nilai DPMO sebesar 2.106, dan tingkat sigma 4,36. Defect bintik hitam memiliki total RPN tertinggi sebesar 420, diikuti defect lengket sebesar 409; keduanya secara kumulatif mencakup 80,25% total risiko. Akar penyebab dominan terkait kebersihan area dan mesin, kontaminasi material, kelalaian pengaturan mattroll, serta ketidakstabilan suhu dryer. Usulan perbaikan meliputi checklist pemeriksaan roll, preventive maintenance dan cleaning terjadwal, penyaringan resin, standardisasi setting mattroll, serta kalibrasi dan pemeliharaan heater
Copyrights © 2026