Latar Belakang: Penyakit kulit merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat ditemukan di masyarakat dan dapat dipengaruhi oleh kebersihan diri, kebersihan lingkungan, kondisi sanitasi, kepadatan hunian, serta perilaku hidup sehari-hari. Masyarakat desa dapat menghadapi berbagai faktor risiko yang berkaitan dengan kebersihan personal dan lingkungan. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan kulit. Edukasi mengenai kebersihan diri, kebersihan lingkungan, penggunaan barang pribadi, dan pengenalan tanda-tanda penyakit kulit diperlukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan pencegahan secara mandiri. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa mengenai pencegahan penyakit kulit melalui penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada masyarakat desa dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi praktik kebersihan diri, edukasi kebersihan lingkungan, serta pendampingan. Materi mencakup kebersihan kulit dan tubuh, kebiasaan mencuci tangan, penggunaan pakaian dan perlengkapan pribadi, kebersihan tempat tinggal, pencegahan penularan penyakit kulit, pengenalan tanda dan gejala penyakit kulit, serta pentingnya pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest. Hasil: Rerata skor pengetahuan peserta meningkat dari 59,8 sebelum kegiatan menjadi 85,6 setelah kegiatan. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada aspek kebersihan personal, kebiasaan mencuci tangan, tidak berbagi barang pribadi, menjaga kebersihan lingkungan, serta kemampuan mengenali tanda-tanda penyakit kulit yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran untuk menerapkan PHBS secara konsisten di rumah dan lingkungan sekitar. Kesimpulan: Edukasi mengenai pencegahan penyakit kulit melalui PHBS dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa. Pendidikan kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, kader kesehatan, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan untuk memperkuat praktik kebersihan personal dan lingkungan.
Copyrights © 2026