Masa remaja merupakan periode penting dengan kebutuhan gizi yang meningkat, namun hasil observasi di Desa Watatu menunjukkan bahwa pengetahuan remaja terkait gizi seimbang masih rendah dan berpotensi memengaruhi perilaku makan sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi remaja melalui edukasi gizi interaktif sebagai solusi terhadap keterbatasan pemahaman tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan pre-experimental dengan desain one group pre-test dan post-test pada 30 remaja. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan interaktif, diskusi, dan penggunaan media leaflet yang disesuaikan dengan konteks lokal. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan remaja, dimana proporsi jawaban benar meningkat dari 50–63,3% menjadi 86,7–96,7%, serta rata-rata skor meningkat dari 10,87 menjadi 18,43 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang pola makan sehat. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi gizi dan berpotensi mendorong perubahan perilaku makan yang lebih sehat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026