Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Work Motivation and Achievement of Health Officers in Basic Program Public Health Center in Sojol District Sudirman, Sudirman
Health Notions Vol 2 No 4 (2018): April 2018
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (Address: Cemara street 25, Ds/Kec Sukorejo, Ponorogo, East Java, Indonesia 63453)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.377 KB)

Abstract

The purpose of health development is essentially to realize a healthy Indonesia, which is an ability to reach quality health services, fair and equitable for all Indonesian. The low performance of health center in health service in Central Sulawesi is basically caused by several factors: lack of adequate health center, lack of motivation and dedication of staff. The present research aims to find out the relationship between work motivations of health worker toward achievement of target of its basic program. This was an observational analytic research to find out the relationship between variables quantitatively without giving intervention to variables be studied with cross sectional method. The location of the research was public health center in Sojol district. Sampling is carried out by using total sampling. Population of the research includes 40 health officers at Balukang and Tonggolobibi public health center. Based on the results with chi-square test, the value of p = 0.025 (p ≤ 0.05) indicates that there is a statistically significant correlation between work motivation of health worker and the achievement of basic program target of health center in Sojol. Keywords: Work motivation, Achievement, Basic program of health center
Analisis Hubungan Penggunaan Air Bersih dan Jamban Keluarga dengan Kejadian Diare Pada Balita B, Hamzah; Sudirman
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 1 (2021): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v7i1.1172

Abstract

Background: Diarrhea is still a health problem in the world, there are about 2 million cases of diarrhea worldwide every year, and 1,9 million children under five die from diarrhea every year. Diarrheal disease in Indonesia is an endemic disease and has the potential for extraordinary events. Diarrhea is the 3 highest infectious disease in North Sulawesi in 2016 with a total of 23.881 cases. Objectives: His study aims to analyze the relationship between the use of clean water and the use of latrines with the incidence of diarrhea in children under five in Gogagoman Village, Kotamobagu in 2020. Research methods: This type of research is observational analytic with cross sectional design with a total sample of 43 respondents. The sampling technique used is accidental sampling. Data were collected by direct interviews with respondents and analyzed univariately and bivariately using the chi square test. Results: The results showed that 44,6% of respondents who had children under five suffered from diarrhea, 40,8% of respondents who used clean water did not meet the requirements, 41,5% of respondents who used latrines did not meet health requirements. The statistical test results showed that there was a relationship between the use of stick water and the incidence of diarrhea in children under five (p=0,023<0,05) and there was a relationship between latrine use and the incidence of diarrhea among children under five (p=0,000<0,05) in Gogagoman Village, Kotamobagu. Conclusion: here is a relationship between the use of clean water and the use of latrines with the incidence of diarrhea in children under five in Gogagoman Village, Kotamobagu in 2020.
Pemanfaatan Pelayanan Pengobatan Tradisional (Batra) Sebagai Role Model Back To Nature Medicine di Masa Datang Sudirman Sudirman; Tira Hamdila Skripsa
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v1i1.44

Abstract

WHO merekomendasi penggunaan obat tradisional dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat, pencegahan, dan pengobatan penyakit, terutama untuk penyakit kronis, penyakit degeneratif, dan kanker, WHO juga mendukung upaya-upaya dalam peningkatan keamanan dan khasiat dari obat herbal, Kebijaksanaan Obat Nasional atau KONAS menyatakan bahwa beberapa negara berkembang telah memanfaatkan obat tradisional dalam pelayanan kesehatan, terutama dalam pelayanan kesehatan strata pertama. Penggunaan obat tradisional di Indonesia merupakan bagian dari budaya bangsa dan banyak dimanfaatkan masyarakat. Lokasi observasi dan pengembangan dilaksanakan pada 34 Puskesmas di wilayah kerja Dinas kesehatan kota surabaya. Waktu pelaksanaan pada bulan oktober tahun 2018, selama 15 hari kerja. Kegiatan dilaksanakan dengan teknik on the job training. pelatihan pemberian pengobatan secara tradisional yang di berikan kepada pasien dengan metode akupuntur, pemberian pengobatan secara tradisional di pandang lebih minim efek samping yang negatif di bandingkan dengan metode pengobatan secara modern. keberlanjutan dan kesinambungan program BATRA dapat melibatkan masyarakat itu sendiri sebagai media perantara keberlangsungan pelayanan tradisional di instansi penyedia layanan kesehatan dalam hal ini Puskesmas, pelaksanaan pembinaan dan pengawasan dilakukan secara berjenjang dan sesuai hierarki. Pembinaan dan pengawasan dilakukan terhadap sarana dan SDM pelaksana program kesehatan tradisional. Keywords: Pengobatan Tradisional, Role Model, Nature Medicine
Edukasi Penerapan Protokol Kesehatan Untuk Memutus Penularan Covid-19 Pada Masyarakat Kotamobagu Darmin Darmin; Sudirman Sudirman; Moh. Rizki Fauzan; Muhammad Ichsan Hadiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2022): JPMI - Februari 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.441

Abstract

Kasus kejadian Covid-19 di Indonesia sejak tahun 2020 hingga 18 Mei 2021 sebanyak 1.748.230. pemerintah memutuskan penerapan protokol kesehatan seperti Mencuci Tangan, Menggunakan Masker, Menjaga Jarak Minimal 1 Meter, Menghindari Kerumunan, Dan Mengurangi Mobilisasi (5M). hal tersebut dapat meminimalisir risiko penyebaran Covid-19 hingga 85%. Metode kegiatan yaitu pengabdian ini telah dilaksanakan selama 6 hari sejak tanggal 25 hingga 31 Agustus, tahun 2021, Model metode kegiatan ini yaitu dengan pemberian edukasi, dilaksanakan di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Indonesia. Hasil pada kegiatan bahwa pengetahuan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan 5M yang tepat masih sangat minim, dengan adanya kegiatan pengabdian ini masyarakat merasa sangat terbantu, dan dapat mengetahui penerapan protokol kesehatan 5M dengan baik dan tepat, dan masyarakat merasa sangat terbantu dengan pemahaman dan informasi yang diberikan, karena di masa pandemi ini menurutnya banyak peraturan yang harus dilakukan namun sedikit informasi jelas yang dapat di terima. Kesimpulan dalam kegiatan ini bahwa masyarakat masih memiliki pengetahuan yang kurang dan tidak jelas terkait pelaksanaan protokol kesehatan dan tata cara melakukan perilaku protokol kesehatan 5M dengan baik dan disiplin. masyarakat merasa terbantukan dan memiliki pengetahuan yang bertambah setelah diberikan edukasi.
Persepsi Teamwork terhadap Kinerja Perawat dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan Darmin Darmin; Suci Rahayu Ningsih; Henny Kaseger; Sarman Sarman; Sudirman Sudirman
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v9i1.777

Abstract

Teamwork merupakan kompetensi atau soft skill setiap individu dalam bekerja. Teamwork dipandang perlu untuk dikuasai oleh profesional kesehatan untuk memenuhi tuntutan kualitas perawatan. Teamwork pada suatu rumah sakit akan sangat bermanfaat bagi setiap karyawan dan pasien. Hasil studi pendahuluan Di RSUD Kota Kotamobagu mengindikasikan bahwa masih terdapat problem dalam teamwork perawat di RSUD Kota Kotamobagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi teamwork terhadap kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Merupakan penelitian deskriptif-kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional terhadap 41 sampel yang diambil secara total (total sampling) di RSUD Kotamobagu pada Februari 2022 melalui observasi. Instrument yang digunakan adalah kuesioner semi kontruktif dan analisis data menggunakan uji fisher’s exact, yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan persepsi teamwork terhadap kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan di RSUD Kota Kotamobagu, bahwa persepsi teamwork berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja yang di tunjukkan oleh perawat dalam melakukan asuhan keperawatan, secara statistik diperoleh nilai P=0.004. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa persepsi teamwork berpengaruh besar terhadap kinerja perawat yang merupakan aspek penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Kota Kotamobagu. Tim petugas keperawatan perlu mendiskusikan terkait gagasan-gagasan dan ide-ide untuk menyelesaikan masalah, dengan menggunakan Metode Situation-Background-Assessment-Recommendation (SBAR) akan lebih baik.
Upaya Edukasi Kesehatan Reproduksi Kepada Anak Usia Remaja Di Sekolah Menengah Atas Swasta Army Putra Makassar Ani; Sudirman
AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): MAY 2022
Publisher : Lembaga Mitra Solusi Teknologi Informasi (L-MSTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.432 KB) | DOI: 10.35870/ajad.v2i1.29

Abstract

Reproductive health is a condition in which a person is physically and mentally and socially healthy which is directly related to the reproductive process in adolescent girls or boys. Knowledge related to reproductive health in adolescents at an early age is very useful to prevent free sex behavior. This service activity has been carried out for 2 days from 18 to 19 October 2021 for 89 participants. a total duration of 8 hours, held at SMAS Army Putra Makassar. Teenagers have a very high curiosity about their reproductive health and teenage students are enthusiastic about receiving reproductive health materials, the topics most teenagers want to know are related; various diseases that can attack the reproductive organs, how to take care of the cleanliness of intimate organs, sexual problems and how to prevent free sex behavior. Most of the teenage students of SMAS Army Putra Makassar have received educational materials related to reproductive health but still need assistance regarding reproductive health.
Analisis Pemberian Makanan Tambahan terhadap Status Gizi Bayi-Balita Mardiana Mardiana; Sudirman Sudirman; Alif Oktaviana Putri; Ayu Mardiana; Muhammad Hersan Arifin; Nur Aisyah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 11 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v11i1.976

Abstract

Pada tahap awal pengenalan Makanan Pendamping ASI penting untuk diperhatikan usia pemberian, frekuensi dan jenis Makanan Pendamping ASI apa yang akan diberikan pada bayi. Makanan Pendamping ASI adalah makanan dan minuman yang diberikan pada bayi mulai dari usia 6 bulan sampai 24 bulan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Fenomena yang terjadi dimasyarakat pemberian Makananan Pendamping ASI diberikan sebelum bayi berusia 6 bulan, hal ini disebut dengan Makanan Pendamping ASI dini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pemberian makanan tambahan dengan status gizi bayi-balita di Dusun 1 Desa Loa Kulu Kota Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi-balita di Dusun 1 Desa Loa Kulu Kota yang berjumlah 216 dan jumlah sampel sebanyak 104 bayi-balita. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabel observasional dan timbangan berat badan. Pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling. Analisis data menggunakan uji Spearman dengan tingkat signifikansi ( α = 0,05). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa didapatkan hasil sig. (2-tailed) sebesar 0.001< α = 0.05 yang berarti ada hubungan antara pemberian makanan tambahan (PMT) dengan status gizi bayi-balita di Dusun 1 Desa Loa Kulu Kota Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.
ANALISIS FAKTOR PERILAKU DAN JARAK FASILITAS KESEHATAN TERHADAP PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA HIPERTENSI DI DESA MUNTOI KECAMATAN PASSI BARAT Sudirman Sudirman; Ake Royke Calvin Langingi; Sudirman; Grace Irene Viodyta Watung
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 4 No 2 (2020): Medical Technology and Public Health Journal September 2020
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v4i2.1757

Abstract

Masa lanjut usia merupakan masa dimana disebut dengan istilah penuaan (proses terjadinya tua) yaitu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya. Masa lansia rentan dengan hipertensi. Ini tentunya berdampak pada resiko mengalami gangguan kesehatan salah satunya penyakit yang sering dijumpai pada lansia yaitu hipertensi. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan perilaku dan jarak fasilitas kesehatan dengan pemanfaatan posyandu lansia di desa muntoi Timur, Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow. Metode penelitian: jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lanjut usia di Desa Muntoi, sedangkan sampel juga sebanyak 40 lanjut usia. Hasil: Berdasarkan hasil uji kolerasi antara variabel perilaku dan jarak fasilitas dengan pemanfaatan posyandu lansia menggunakan uji Chi Square, menunjukan terdapat hubungan antara perilaku dengan pemanfaatan posyandu lansia di Puskesmas Passi Barat (p=0,000); ada hubungan jarak fasilitas kesehatan dengan pemanfaatan posyandu lansia (p=0,000). Kesimpulan: Variabel perilaku, Jaminan kesehatan dan jarak fasilitas posyandu lansia berdampak positif terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Desa Muntoi kecamatan Passi barat. Lansia yang wajib mengikuti posyandu lansi di desa Muntoi sebagian besar 60% berumur ≥ 69 tahun dan 40% lainnya telah berumur 60-68 tahun. Sebagian besar lansia tidak dapat mengakses posyandu lansia apabila memiliki jarak yang ≥ 500 M dari tempat tinggalnya. Saran: Diharapkan bagi penyedia dan pelaksana layanan kesehatan lansia agar memberi dukungan mobilisasi kepada setiap lansia di desa Muntoi agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien, demi terciptanya drajat kesehatan lansia yang lebih baik.
Faktor Predisposisi yang Mempengaruhi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tempat Umum (Pasar Passi, Gogagoman) Darmin Darmin; Sudirman Sudirman
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 5 NOMOR 2, OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v5i2.2374

Abstract

The government has established a Clean and Healthy Lifestyle management. Currently, PHBS is still being studied because the community has not been able to fully integrate it. A healthy market strategy is a collaborative effort to create a clean and healthy market condition. The Passi market, Gogagoman District, still has many vendors that do not pay attention to the application of clean and healthy living practices, resulting in the lack of cleanliness and comfort in the market environment. The goal of this research is to discover the primary factors impacting the behavior of PHBS traders in the Passi market. This is a quantitative descriptive study using a cross-sectional design and an observational questionnaire. The population is 320 persons, and the sample size is 195 people, as estimated using the Krejcie-Morgan formula and probability sampling. The T-test analysis revealed that the knowledge variable for PHBS was 0,022 and the attitude variable for PHBS was 0,019, (0.05), with t values = 2,312 and 2,373, respectively. The F-test analysis revealed that the knowledge and attitude factors concerning PHBS were 0,003. The knowledge and attitudes of traders about PHBS have a significant effect on the level of PHBS implementation in the Passi market. Environmental aspects, waste management, and infrastructure are very important to pay attention to. It is hoped that there will be socialization and market monitoring related to the application of clean and healthy living behavior to ensure the cleanliness, comfort, and health of the market environment.
Health Education as a Strategy for Early Prevention of Sexually Transmitted Diseases human immunodeficiency virus Sudirman Sudirman; Rikwan Rikwan; Sitti Fajrah; Subardin AB; Fitriani Fitriani; Sri Purwiningsih
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v0i0.155

Abstract

Background: In 2021, 203 cases of HIV infection, or 58% of the estimated 350 people, were found in Sigi District. Commitment and collaboration from every sector continue to be carried out to achieve "three zero" HIV by 2030. IEC is the right strategy to prevent HIV at all levels of society, and effective communication strategies are used to deliver messages. This activity aims to increase the knowledge of school-age children related to HIV. Methods: This activity was carried out with the concept of socialization using the educational method for 2x45 minutes with 63 middle school-age students in the Palolo District, Sigi Regency. Measuring the knowledge of respondents was carried out by interviewing them using a questionnaire. By comparing the pre-test score with the post-test score for each question item, the higher the post-test score, the better the level of success achieved. Results: The results obtained indicate that the majority of students easily accept and understand HIV-related material about the meaning, transmission, risks, and prevention of HIV. Informational and educational communication through appropriate animation media can make it easier for students to learn about HIV and provide them with a good understanding of the virus. Conclusion: This activity concludes that students already have good knowledge about HIV after participating in socialization activities with educational methods using visual aids and media.