Masalah rendahnya empati sosial dan keterbatasan kemampuan mengenali emosi pada anak usia dini sering kali menjadi pemicu tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan empati siswa kelas rendah melalui pengembangan kecerdasan emosional dengan media permainan kartu ekspresi. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Dasar yang terletak di Desa Lagang, Kabupaten Aceh Besar, dengan melibatkan siswa kelas 1 hingga kelas 3 sebagai subjek utama. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: (1) Sosialisasi dan pengenalan jenis-jenis emosi dasar, (2) Implementasi permainan kartu ekspresi di mana siswa diajak untuk menebak, mendeskripsikan, dan mensimulasikan perasaan orang lain, serta (3) Refleksi kelompok untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian. Hasil dari kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman konkret kepada siswa bahwa setiap individu memiliki perasaan yang harus dihargai. Melalui interaksi yang menyenangkan, siswa tidak hanya belajar mengenali perasaan diri sendiri, tetapi juga terdorong untuk memberikan respon positif terhadap kondisi emosional temannya. PkM ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran karakter yang aplikatif bagi guru di Desa Lagang dalam membangun fondasi kepekaan sosial anak sejak dini guna menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan inklusif.
Copyrights © 2026