Permasalahan sampah menjadi salah satu isu lingkungan yang membutuhkan upaya penyelesaian melalui pendekatan edukatif sejak usia dini. Lembaga pendidikan, termasuk komunitas belajar, memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran lingkungan melalui pembiasaan perilaku ramah lingkungan. Padepokan Iqro Desa Kolam sebagai komunitas belajar bagi anak-anak usia taman kanak-kanak menghadapi permasalahan berupa belum tersedianya sistem pemilahan sampah, keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah, serta rendahnya pemahaman peserta didik mengenai konsep zero waste. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan implementasi zero waste melalui edukasi lingkungan dan pembiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab bagi siswa di Padepokan Iqro Desa Kolam. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan siswa usia taman kanak-kanak bersama mitra komunitas belajar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu edukasi konsep zero waste, sosialisasi jenis sampah organik dan anorganik, penyediaan tempat sampah terpilah, serta kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi perubahan perilaku siswa, dokumentasi kegiatan, dan wawancara dengan pihak mitra. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, kemampuan awal dalam membedakan jenis sampah terbukti dengan adanya perbedaan rerata volume sampah terpilah dengan tingkat signifikansi 0,574 yakni tidak terdapat pengaruh yang signifikan akan tetapi mulai terbentuknya kebiasaan memilah sampah. Selain itu, mitra telah memiliki fasilitas pendukung berupa tempat sampah terpilah sebagai langkah awal penerapan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi lingkungan sejak usia dini dapat menjadi strategi efektif dalam membangun budaya zero waste di lingkungan pendidikan.
Copyrights © 2026