Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi konsumsi lemak dan ukuran lingkar perut dengan kejadian gangguan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Negeri 1 Palu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sebanyak 187 remaja putri dilibatkan sebagai sampel penelitian yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Data mengenai frekuensi konsumsi lemak diperoleh dengan menggunakan instrumen Food Frequency Questionnaire (FFQ), ukuran lingkar perut diukur menggunakan pita ukur, sedangkan gangguan siklus menstruasi diperoleh melalui kuesioner. Data penelitian dianalisis melalui analisis univariat dan bivariat. Analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa proporsi terbesar responden berada pada kategori frekuensi konsumsi lemak sering, yaitu sebesar 50,8%. Sebagian besar responden memiliki ukuran lingkar perut dalam kategori normal (89,3%) dan tidak mengalami gangguan siklus menstruasi (70,6%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi lemak tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan siklus menstruasi (p=0,617). Demikian pula, ukuran lingkar perut tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan gangguan siklus menstruasi (p=0,891).
Copyrights © 2026