Pendahuluan :Pendidikan Profesi Ners mengintegrasikan tuntutan akademik dan praktik klinik yang dapat meningkatkan risiko burnout akademik. Mahasiswa harus menyelesaikan berbagai tugas akademik sekaligus memenuhi tuntutan pencapaian kompetensi klinik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat burnout akademik pada mahasiswa Profesi Ners di STIKES Katolik St. Vincentius A Paulo Surabaya. Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dilakukan pada 41 mahasiswa Profesi Ners yang dipilih menggunakan total sampling. Data dikumpulkan pada 19 Mei–5 Juni 2026 menggunakan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) yang terdiri dari 15 item. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan frekuensi dan persentase. Hasil : Sebanyak 31 responden (76%) mengalami burnout akademik kategori sedang, 9 responden (22%) kategori rendah, dan 1 responden (2%) kategori tinggi. Pembahasan : Burnout kategori sedang ditemukan pada mahasiswa yang menghadapi beban kerja dan stres akademik selama pendidikan profesi, meskipun sebagian besar tetap memiliki motivasi akademik. Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa Profesi Ners mengalami burnout akademik kategori sedang sehingga diperlukan pendampingan akademik berkelanjutan untuk membantu mahasiswa mengelola tuntutan pendidikan profesi.
Copyrights © 2026