SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)

Pemberdayaan kelompok wanita tani melalui pertanian terintegrasi untuk mendukung program MBG

Elfis Elfis (Universitas Islam Riau)
Prima Wahyu Titisari (Universitas Islam Riau)
Dessy Mardianty (Universitas Islam Riau)
Adelina Maryanti (Universitas Islam Riau)
Nursamsul Kustiawan (Universitas Islam Riau)
Subhan Arridho (Universitas Islam Riau)
Syarifah Ulya Muazzinah (Universitas Islam Riau)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

AbstrakProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan ketersediaan bahan pangan lokal yang bergizi, aman, dan berkelanjutan. Kelompok Wanita Tani (KWT) memiliki potensi dalam mendukung penyediaan pangan tersebut melalui pemanfaatan pekarangan dan pengembangan usaha pertanian serta peternakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas KWT dalam budidaya sayuran hortikultura dan pemeliharaan ayam petelur terintegrasi, pengelolaan hasil produksi, serta memperkuat keterhubungan hasil produksi dengan kebutuhan bahan pangan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan dilaksanakan pada 4 Juni 2026 di Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau, dengan melibatkan 65 peserta. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Community Empowerment melalui tahapan edukasi, pelatihan, praktik, implementasi, pengelolaan hasil produksi, evaluasi, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif berdasarkan persentase tingkat pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada seluruh materi kegiatan. Pada pre-test, pemahaman peserta didominasi kategori cukup paham sebesar 36,9–46,2%, sedangkan pada post-test kategori sangat paham meningkat menjadi 70,8–81,5% dan tidak terdapat peserta pada kategori tidak paham. Persentase sangat paham tertinggi terdapat pada materi rantai pasok dan distribusi SPPG sebesar 81,5%, sedangkan budidaya sayuran hortikultura dan manajemen usaha masing-masing mencapai 80,0%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan terintegrasi mampu meningkatkan kapasitas KWT dalam mendukung produksi pangan bergizi, pengelolaan usaha, dan keterhubungan hasil produksi dengan kebutuhan pangan lokal bagi SPPG. Kata kunci: kelompok wanita tani; pertanian terintegrasi; pangan bergizi; pemberdayaan masyarakat; satuan pelayanan pemenuhan gizi. AbstractThe Free Nutritious Meals Program (Program Makan Bergizi Gratis/MBG) requires the availability of nutritious, safe, and sustainable local food supplies. Women Farmers' Groups (Kelompok Wanita Tani/KWT) have the potential to support local food provision through productive home gardens and the development of household-scale agricultural and livestock activities. This community service activity aimed to enhance the capacity of KWT members in integrated vegetable cultivation and laying-hen management, production management, and strengthening the linkage between group production and the food supply needs of the Nutrition Fulfillment Service Unit (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG). The activity was conducted on June 4, 2026, in Sungai Mandau District, Siak Regency, Riau, involving 65 participants. The activity employed Participatory Rural Appraisal (PRA) and Community Empowerment approaches through education, training, practical activities, implementation, production management, evaluation, and follow-up assistance. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires and analyzed descriptively based on the percentage distribution of participants' understanding levels. The results showed an improvement in participants' understanding across all activity materials. In the pre-test, participants' understanding was predominantly categorized as moderately understood, ranging from 36.9% to 46.2%, whereas in the post-test, the very well understood category increased to 70.8%–81.5%, with no participants classified as not understanding. The highest percentage of participants in the very well understood category was recorded for the supply chain and SPPG distribution material (81.5%), followed by vegetable horticultural cultivation and business management (80.0% each). These findings indicate that an integrated approach combining education, training, and mentoring can improve KWT capacity in supporting nutritious food production, business management, and the linkage of local production with food supply needs for SPPG. Keywords: women farmers' group; integrated agriculture; nutritious food; community empowerment; nutrition fulfillment service unit.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jpmb

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Computer Science & IT Control & Systems Engineering Economics, Econometrics & Finance Education Engineering Environmental Science Health Professions Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Medicine & Pharmacology Nursing Public Health Social Sciences Other

Description

SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), ...