Sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menyumbang sekitar 3,8% emisi karbon global dan proporsinya diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan lalu lintas data serta dominasi akses melalui perangkat mobile. Kondisi ini mendorong munculnya Sustainable User Experience (Sustainable UX) sebagai pendekatan untuk menekan dampak lingkungan produk digital tanpa mengorbankan kualitas pengalaman pengguna. Namun, hingga kini belum tersedia framework pengukuran yang mampu menyatukan metrik kualitas pengalaman pengguna dengan metrik konsumsi energi dan jejak karbon digital dalam satu kerangka evaluasi yang utuh. Penelitian ini tidak mengembangkan maupun mengevaluasi framework baru, melainkan memetakan gap penelitian melalui Systematic Literature Review (SLR) berprotokol PRISMA atas publikasi tahun 2020–2025 pada basis data IEEE Xplore dan ACM Digital Library, dengan artikel terpilih yang dinilai secara independen oleh dua peninjau. Hasil sintesis mengungkap lima sub-gap, yaitu ketiadaan metrik terpadu, kuesioner UX tanpa dimensi keberlanjutan, tools energy profiling yang berorientasi developer, carbon calculator berbasis proxy transfer data, serta ketiadaan framework analisis trade-off. Kelima sub-gap tersebut disintesiskan menjadi model konseptual agenda penelitian tiga horizon yang menetapkan urutan dan prasyarat antar-tahap, dan inilah kontribusi utama penelitian ini.
Copyrights © 2026