The issue of teacher welfare in Indonesia has led to declining motivation and disrupted work focus. This condition highlights the importance of improving teachers’ quality of work life because it plays a key role in maintaining job satisfaction, enthusiasm, and performance. This study aims to examine the role of perceived organizational support and work-life balance on the quality of work life among teachers at SMAN 1 Gambut. A quantitative correlational approach was used, with a saturated sampling technique involving 57 teachers as respondents. Data were collected through offline questionnaires that had been tested for validity and reliability. The analysis was conducted using multiple linear regression with the help of IBM SPSS version 27 for Windows. The results showed that, simultaneously, perceived organizational support and work-life balance had a significant effect on quality of work life (F = 13.750; p < 0.05; R² = 0.378). However, partially, only perceived organizational support had a significant effect (t= 3.546; p < 0.05), while work-life balance did not (t = 1.787; p > 0.05). These findings indicate that perceived organizational support, such as fairness, supervisor support, and recognition, plays a crucial role in shaping quality of work life. In contrast, work-life balance alone has little impact without strong perceived organizational support. The results provide important insights into the significance of perceived organizational support in enhancing quality of work life, and offer practical input for schools in designing teacher welfare strategies. ABSTRAK Permasalahan kesejahteraan guru di Indonesia berdampak pada menurunnya motivasi serta terganggunya fokus kerja. Kondisi ini menunjukkan pentingnya meningkatkan kualitas kehidupan kerja guru, karena berperan dalam menjaga kepuasan, semangat, dan kinerja. Penelitian ini bertujuan mengkaji peranan persepsi dukungan organisasi dan work-life balance terhadap kualitas kehidupan kerja pada guru di SMAN 1 Gambut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik sampel jenuh, melibatkan 57 guru sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara luring dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS versi 27 for Windows. Hasil menunjukkan bahwa secara simultan, persepsi dukungan organisasi dan work-life balance berperan signifikan terhadap kualitas kehidupan kerja (F = 13,750; p < 0,05; R² = 0,378). Secara parsial, hanya persepsi dukungan organisasi yang berperan signifikan (t = 3,546; p < 0,05), sedangkan work-life balance tidak signifikan (t = 1,787; p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi dukungan organisasi, seperti keadilan, dukungan atasan, dan penghargaan, memiliki peran penting dalam membentuk kualitas kehidupan kerja. Sebaliknya, work-life balance kurang berperan tanpa persepsi dukungan organisasi yang kuat. Hasil ini memberikan pemahaman pentingnya persepsi dukungan organisasi dalam meningkatkan kualitas kehidupan kerja, serta masukan praktis bagi sekolah dalam merancang strategi kesejahteraan guru.
Copyrights © 2026