Muhammad Raihan
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Meningkatkan Keterampilan Menyimak, Berpikir Logis, dan Kolaborasi Melalui Model PREMIS Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Muhammad Raihan; Rizky Amelia
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.1017

Abstract

Rendahnya keterampilan menyimak, berpikir logis, dan kolaborasi murid kelas IV SDN Mawar 7 pada pelajaran Bahasa Indonesia berdampak buruk terhadap hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan ketiga keterampilan tersebut melalui penerapan model pembelajaran inovatif PREMIS. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam 4 pertemuan terpadu. Subjek penelitian adalah 21 murid kelas IV SDN Mawar 7 pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Analisis data dilakukan secara deskriptif, kualitatif, dan kuantitatif berbasis persentase klasikal. Hasil akhir menunjukkan efektivitas yang tinggi, di mana keterampilan menyimak murid melonjak hingga 86%, keterampilan berpikir logis mencapai 81%, dan keterampilan kolaborasi mencapai 90%. Model PREMIS mampu meningkatkan keterampilan menyimak, berpikir logis, dan kolaborasi murid. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah, guru, murid, dan pengawas sekolah dalam pembelajaran guna meningkatkan keterampilan menyimak, keterampilan berpikir logis, kolaborasi antarmurid, dan hasil belajar murid, khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
PERAN DUKUNGAN ORGANISASI DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP KUALITAS KEHIDUPAN KERJA GURU Rooswita Santia Dewi; Muhammad Raihan; Ermina Istiqomah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15288

Abstract

The issue of teacher welfare in Indonesia has led to declining motivation and disrupted work focus. This condition highlights the importance of improving teachers’ quality of work life because it plays a key role in maintaining job satisfaction, enthusiasm, and performance. This study aims to examine the role of perceived organizational support and work-life balance on the quality of work life among teachers at SMAN 1 Gambut. A quantitative correlational approach was used, with a saturated sampling technique involving 57 teachers as respondents. Data were collected through offline questionnaires that had been tested for validity and reliability. The analysis was conducted using multiple linear regression with the help of IBM SPSS version 27 for Windows. The results showed that, simultaneously, perceived organizational support and work-life balance had a significant effect on quality of work life (F = 13.750; p < 0.05; R² = 0.378). However, partially, only perceived organizational support had a significant effect (t= 3.546; p < 0.05), while work-life balance did not (t = 1.787; p > 0.05). These findings indicate that perceived organizational support, such as fairness, supervisor support, and recognition, plays a crucial role in shaping quality of work life. In contrast, work-life balance alone has little impact without strong perceived organizational support. The results provide important insights into the significance of perceived organizational support in enhancing quality of work life, and offer practical input for schools in designing teacher welfare strategies. ABSTRAK Permasalahan kesejahteraan guru di Indonesia berdampak pada menurunnya motivasi serta terganggunya fokus kerja. Kondisi ini menunjukkan pentingnya meningkatkan kualitas kehidupan kerja guru, karena berperan dalam menjaga kepuasan, semangat, dan kinerja. Penelitian ini bertujuan mengkaji peranan persepsi dukungan organisasi dan work-life balance terhadap kualitas kehidupan kerja pada guru di SMAN 1 Gambut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik sampel jenuh, melibatkan 57 guru sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara luring dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS versi 27 for Windows. Hasil menunjukkan bahwa secara simultan, persepsi dukungan organisasi dan work-life balance berperan signifikan terhadap kualitas kehidupan kerja (F = 13,750; p < 0,05; R² = 0,378). Secara parsial, hanya persepsi dukungan organisasi yang berperan signifikan (t = 3,546; p < 0,05), sedangkan work-life balance tidak signifikan (t = 1,787; p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi dukungan organisasi, seperti keadilan, dukungan atasan, dan penghargaan, memiliki peran penting dalam membentuk kualitas kehidupan kerja. Sebaliknya, work-life balance kurang berperan tanpa persepsi dukungan organisasi yang kuat. Hasil ini memberikan pemahaman pentingnya persepsi dukungan organisasi dalam meningkatkan kualitas kehidupan kerja, serta masukan praktis bagi sekolah dalam merancang strategi kesejahteraan guru.    
PERAN KELUARGA DAN MASYARAKAT DALAM MERAWAT DAN MENDUKUNG ANAK-ANAK DENGAN DISABILITAS Muhammad Aidil Rachman; Muhammad Raihan; Noor Anida
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 4 (2023): July: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v2i4.242

Abstract

Kesetaraan hak antara penyandang disabilitas dan individu tanpa disabilitas merupakan prinsip yang didukung oleh banyak agama, termasuk dalam Islam sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an surah An-Nur ayat 61. Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi seseorang untuk bersikap kurang baik kepada mereka yang berbeda, seperti orang buta, pincang, atau sakit. Allah SWT dengan tegas menyatakan bahwa semua individu, terlepas dari kondisi fisik atau sosial mereka, memiliki hak yang sama dan pantas mendapatkan perlakuan yang adil dan tanpa diskriminasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus untuk memahami lebih dalam fenomena keberhasilan keluarga dan lingkungan sosial dalam mendukung penyandang disabilitas. Dalam konteks pendidikan, guru memiliki peran penting dalam memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan penyandang disabilitas, memastikan mereka mencapai perkembangan yang dibutuhkan. Selain itu, peran masyarakat juga krusial. Memberikan penerimaan sosial yang baik kepada penyandang disabilitas, seperti memberi mereka peluang untuk berpartisipasi dalam kelompok sosial masyarakat, dapat membantu mengurangi stres yang mungkin mereka alami akibat kondisi disabilitas mereka. Ini juga membantu mereka menyadari bahwa keberadaan mereka diakui oleh orang lain. Secara keseluruhan, penelitian ini menggaris bawahi pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung penyandang disabilitas. Kesetaraan hak dan penerimaan sosial adalah kunci untuk menciptakan lingkungan inklusif di mana semua individu dapat berkembang secara maksimal tanpa terhalang oleh kondisi fisik atau sosial mereka