Ermina Istiqomah
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di Klinik Lambung Mangkurat Medical Center (LMMC) Banjarbaru Susantu Susantu; Ermina Istiqomah; Iskandar Iskandar; Eko Suhartono
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.21507

Abstract

ABSTRACT Human Resource Management (HRM) research has a strategic role in determining the effectiveness and quality of health services, especially at first-level service facilities such as clinics. LMMC Banjarbaru Clinic, as a primary health care service unit under Lambung Mangkurat University (ULM), faces various challenges in HR management, including workload imbalance, shortage of personnel in certain fields, and not optimal HR management system in meeting regulatory standards. This study aims to evaluate HR management at the LMMC Banjarbaru Clinic based on real needs and applicable regulatory standards. This present study was qualitative study with descriptive approach. Data collection techniques through document studies, interviews, and observations of the organizational structure, workload, and competence of health workers. The results of the analysis show that there is a mismatch between the number and type of health workers available and the real needs of services, and the recruitment and distribution system is not maximized. In conclusion, the resulst of this study suggested the importance of implementing needs-based HR, redistribution and workload, as well as developing more adaptive and data-based training and placement policies. This evaluation is expected to be the basis for developing a strategy to strengthen HRM at the LMMC Banjarbaru Clinic, which not only improves operational efficiency, but also supports the improvement of service quality and patient satisfaction. Keywords: Human Resource Management, Human Resource, Primary Health Care, Service Quality, Workload.  ABSTRAK Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) memiliki peran strategis dalam menentukan efektivitas dan kualitas layanan kesehatan, terutama di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama seperti klinik. Klinik LMMC Banjarbaru, sebagai unit layanan kesehatan primer di bawah Universitas Lambung Mangkurat (ULM), menghadapi berbagai tantangan dalam manajemen MSDM, termasuk ketidakseimbangan beban kerja, kekurangan tenaga kerja di bidang tertentu, dan sistem manajemen MSDM yang belum optimal dalam memenuhi standar regulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen SDM di Klinik LMMC Banjarbaru berdasarkan kebutuhan nyata dan standar regulasi yang berlaku. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif. teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen, wawancara, dan observasi terhadap struktur organisasi, beban kerja, dan kompetensi tenaga kesehatan. Hasil analisis menunjukkan adanya ketidakcocokan antara jumlah dan jenis tenaga kesehatan yang tersedia dengan kebutuhan layanan yang sebenarnya, serta sistem perekrutan dan distribusi yang belum dimaksimalkan. Kesimpulannya, hasil penelitian ini menyarankan pentingnya menerapkan manajemen SDM berdasarkan kebutuhan, redistribusi, dan beban kerja, serta mengembangkan kebijakan pelatihan dan penempatan yang lebih adaptif dan berbasis data. Evaluasi ini diharapkan menjadi dasar untuk mengembangkan strategi penguatan manajemen SDM di Klinik LMMC Banjarbaru, yang tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas layanan dan kepuasan pasien. Kata Kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Manusia, Pelayanan Kesehatan Primer, Kualitas Layanan, Beban Kerja.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Angka Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Menteng Kota Palangka Raya Syamira Syamira; Husaini Husaini; Nelly Al Audhah; Erida Wydiamala; Ermina Istiqomah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25859

Abstract

ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever remains a major public health problem in Indonesia, with increasing incidence in Palangka Raya City. This study aimed to analyze factors associated with the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever in Menteng Subdistrict, Palangka Raya City. An analytical observational study with a case-control design was conducted involving 130 respondents with a 1:1 ratio between case and control groups. Data were collected through interviews using structured questionnaires and direct observation using checklists. Statistical analysis was performed using Chi-Square tests. The results showed no significant association between knowledge and Dengue Hemorrhagic Fever incidence (p=1.000). However, attitude (p=0.002), water storage conditions (p=0.008), and housing conditions (p=0.011) were significantly associated with the incidence. Attitude and poor housing conditions increased the risk of Dengue Hemorrhagic Fever, while proper water storage acted as a protective factor. In conclusion, attitude, water storage conditions, and housing conditions are significantly associated with Dengue Hemorrhagic Fever incidence in Menteng Subdistrict, Palangka Raya City. Keywords: Attitude, Dengue Hemorrhagic Fever, Housing Condition, Knowledge, Water Storage.  ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat di Kota Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang terkait dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Menteng, Kota Palangka Raya. Penelitian observasional analitis dengan desain kasus-kontrol dilakukan dengan melibatkan 130 responden dengan rasio 1:1 antara kelompok kasus dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi langsung menggunakan daftar periksa. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kejadian Demam Berdarah Dengue (p=1,000). Namun, sikap (p=0,002), kondisi penyimpanan air (p=0,008), dan kondisi perumahan (p=0,011) secara signifikan terkait dengan insidensi. Sikap dan kondisi perumahan yang buruk meningkatkan risiko Demam Berdarah Dengue, sedangkan penyimpanan air yang baik berperan sebagai faktor pelindung. Kesimpulannya, sikap, kondisi penyimpanan air, dan kondisi perumahan secara signifikan terkait dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Menteng, Kota Palangka Raya. Kata Kunci: Sikap, Demam Berdarah Dengue, Kondisi Rumah, Pengetahuan, Penyimpanan Air.
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri: Systematic Literature Review Kartipani Handina; Musafaah Musafaah; Fujiati Fujiati; Meitria Syahadatina Noor; Ermina Istiqomah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i9.25748

Abstract

ABSTRACT Anemia among adolescent girls remains an important public health problem because it affects learning capacity, physical fitness, and reproductive health in later life. Iron Supplementation Tablets (Tablet Tambah Darah/TTD) programs have been widely implemented; however, the success of these programs is highly dependent on adherence to tablet consumption. This study aimed to synthesize scientific evidence regarding factors associated with adherence to iron supplementation tablet consumption among adolescent girls. This study was conducted as a systematic literature review using the PRISMA 2020 guidelines and the PECO framework. Literature searching was carried out through Google Scholar, ScienceDirect, and PubMed/PMC for primary research articles published in Indonesian or English between 2021 and 2026. A total of 20 articles met the inclusion criteria and were included in the qualitative synthesis. The review found that the factors most consistently associated with adherence were knowledge of anemia and iron supplementation tablets, understanding of tablet-taking instructions, information exposure, family support, peer support, teacher and health worker support, attitudes and motivation, tablet availability, and the quality of school-based program implementation. The most frequently reported barriers were forgetfulness, unpleasant taste, nausea or side effects, the perception of not needing the tablets, and inadequate reminders or counseling. Intervention studies also showed that digital reminders, app-based education, and strengthened school programs could improve adherence. Improving adherence to iron supplementation tablet consumption among adolescent girls requires a multilevel approach that integrates education, clear instruction communication, social support, tablet availability, and sustainable reminder strategies. Keywords: Iron Supplementation, Adherence, Adolescent Girls, Anemia.  ABSTRAK Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting karena berdampak pada kapasitas belajar, kebugaran, dan kesehatan reproduksi pada masa mendatang. Program suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) telah diterapkan secara luas, namun keberhasilan program sangat ditentukan oleh kepatuhan konsumsi. Penelitian ini bertujuan menyintesis bukti ilmiah mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Penelitian disusun secara systematic literature review dengan acuan PRISMA 2020 dan kerangka PECO. Penelusuran dilakukan pada Google Scholar, Sciencedirect, dan PubMed/PMC terhadap artikel primer berbahasa Indonesia atau Inggris tahun 2021–2026. Sebanyak 20 artikel diinklusi dalam sintesis kualitatif. Hasil review menunjukkan bahwa faktor yang paling konsisten berhubungan dengan kepatuhan adalah pengetahuan tentang anemia dan TTD, pemahaman instruksi minum tablet, paparan informasi, dukungan keluarga, dukungan teman sebaya, dukungan guru/tenaga kesehatan, sikap dan motivasi, ketersediaan tablet, serta kualitas implementasi program sekolah. Hambatan yang paling sering muncul adalah lupa, rasa tidak enak, mual/efek samping, persepsi tidak membutuhkan tablet, dan lemahnya pengingat atau konseling. Studi intervensi menunjukkan bahwa pengingat digital, edukasi berbasis aplikasi, dan penguatan program sekolah dapat meningkatkan kepatuhan. peningkatan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri memerlukan pendekatan multilevel yang menggabungkan edukasi, komunikasi instruksi yang jelas, dukungan sosial, ketersediaan tablet, dan strategi pengingat yang berkelanjutan. Kata Kunci: Tablet Tambah Darah, Kepatuhan, Remaja Putri, Anemia.
PERAN DUKUNGAN ORGANISASI DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP KUALITAS KEHIDUPAN KERJA GURU Rooswita Santia Dewi; Muhammad Raihan; Ermina Istiqomah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15288

Abstract

The issue of teacher welfare in Indonesia has led to declining motivation and disrupted work focus. This condition highlights the importance of improving teachers’ quality of work life because it plays a key role in maintaining job satisfaction, enthusiasm, and performance. This study aims to examine the role of perceived organizational support and work-life balance on the quality of work life among teachers at SMAN 1 Gambut. A quantitative correlational approach was used, with a saturated sampling technique involving 57 teachers as respondents. Data were collected through offline questionnaires that had been tested for validity and reliability. The analysis was conducted using multiple linear regression with the help of IBM SPSS version 27 for Windows. The results showed that, simultaneously, perceived organizational support and work-life balance had a significant effect on quality of work life (F = 13.750; p < 0.05; R² = 0.378). However, partially, only perceived organizational support had a significant effect (t= 3.546; p < 0.05), while work-life balance did not (t = 1.787; p > 0.05). These findings indicate that perceived organizational support, such as fairness, supervisor support, and recognition, plays a crucial role in shaping quality of work life. In contrast, work-life balance alone has little impact without strong perceived organizational support. The results provide important insights into the significance of perceived organizational support in enhancing quality of work life, and offer practical input for schools in designing teacher welfare strategies. ABSTRAK Permasalahan kesejahteraan guru di Indonesia berdampak pada menurunnya motivasi serta terganggunya fokus kerja. Kondisi ini menunjukkan pentingnya meningkatkan kualitas kehidupan kerja guru, karena berperan dalam menjaga kepuasan, semangat, dan kinerja. Penelitian ini bertujuan mengkaji peranan persepsi dukungan organisasi dan work-life balance terhadap kualitas kehidupan kerja pada guru di SMAN 1 Gambut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik sampel jenuh, melibatkan 57 guru sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara luring dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS versi 27 for Windows. Hasil menunjukkan bahwa secara simultan, persepsi dukungan organisasi dan work-life balance berperan signifikan terhadap kualitas kehidupan kerja (F = 13,750; p < 0,05; R² = 0,378). Secara parsial, hanya persepsi dukungan organisasi yang berperan signifikan (t = 3,546; p < 0,05), sedangkan work-life balance tidak signifikan (t = 1,787; p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi dukungan organisasi, seperti keadilan, dukungan atasan, dan penghargaan, memiliki peran penting dalam membentuk kualitas kehidupan kerja. Sebaliknya, work-life balance kurang berperan tanpa persepsi dukungan organisasi yang kuat. Hasil ini memberikan pemahaman pentingnya persepsi dukungan organisasi dalam meningkatkan kualitas kehidupan kerja, serta masukan praktis bagi sekolah dalam merancang strategi kesejahteraan guru.