Penelitian ini bertujuan menganalisis kritik sosial yang disampaikan oleh Pramoedya Ananta Toer dalam novel Bumi Manusia. Dengan menerapkan pendekatan intrinsik-ekstrinsik, studi ini menelaah tema, penokohan, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa, serta konteks historis kolonialisme Hindia Belanda untuk mengeksplorasi cara novel tersebut mengkritik struktur hukum, stratifikasi sosial-ekonomi, relasi gender, dan kekerasan simbolik. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan analisis teks sebagai sumber utama (teks novel Bumi Manusia). Hasil analisis menunjukkan bahwa Bumi Manusia mengartikulasikan kritik tajam terhadap mekanisme hukum kolonial yang diskriminatif, dominasi ekonomi rasial, subordinasi perempuan (terutama posisi Nyai), dan paradoks pendidikan kolonial sebagai alat pembebasan sekaligus alat hegemoni. Artikel ini merekomendasikan pengembangan kajian komparatif dengan sumber-sumber hukum kolonial untuk memperkuat bukti empiris.
Copyrights © 2026