Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan gigi danmulut, khususnya pada lansia. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada kelompok ini tidak hanyadipengaruhi kondisi fisik, tetapi juga motivasi dalam melakukan perilaku pemeliharaan kesehatan. Penelitian inibertujuan menganalisis hubungan motivasi pemeliharaan kesehatan gigi dengan status kebersihan gigi dan mulutpada lansia penderita diabetes melitus di Puskesmas Kedungdoro. Penelitian menggunakan desain analitikkorelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 32 lansiapenderita diabetes melitus yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Motivasi diukur menggunakankuesioner berbasis Health Belief Model (HBM), sedangkan status kebersihan gigi dan mulut dinilaimenggunakan Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearmanrank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki motivasi pemeliharaan kesehatangigi dalam kategori rendah (68,8%) dan status kebersihan gigi dan mulut dalam kategori buruk (75,0%). Hasil ujiSpearman rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi pemeliharaan kesehatan gigidengan status kebersihan gigi dan mulut (p=0,000), dengan koefisien korelasi -0,673 yang menunjukkanhubungan kuat dengan arah negatif. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan motivasi melalui edukasidan upaya promotif-preventif untuk mendukung pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia penderitadiabetes melitus.
Copyrights © 2026