p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Pengetahuan Guru Terhadap Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Anak Tunagrahita (Studi Kasus Di SLB BC-Optimal Surabaya) Wahyu Ningsi Mony; Bambang Hadi Sugito; Rohistul Laily; Imam Sarwo Edi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1451

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut pada anak tunagrahita masih menjadi permasalahan karena keterbatasan kognitif danmotorik dapat menghambat kemampuan melakukan perawatan gigi secara mandiri. Guru memiliki peran pentingdalam memberikan edukasi dan pendampingan, tetapi pengetahuan guru belum tentu berbanding lurus dengankondisi kebersihan gigi dan mulut anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat pengetahuanguru terhadap kebersihan gigi dan mulut anak tunagrahita di SLB BC-Optimal Surabaya. Penelitianmenggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampelpenelitian berjumlah 19 guru yang dipilih menggunakan total sampling. Pengetahuan guru diukur menggunakankuesioner, sedangkan kebersihan gigi dan mulut anak diukur menggunakan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkanbahwa 73,69% guru memiliki pengetahuan dalam kategori baik, sedangkan kebersihan gigi dan mulut anaksebagian besar berada pada kategori buruk (57,9%). Hasil uji statistik memperoleh p-value 0,646 (>0,05),sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan guru dan kebersihan gigi dan mulutanak tunagrahita. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan guru perlu disertai praktikpendampingan, pembiasaan, pengawasan, serta keterlibatan orang tua dan tenaga kesehatan untuk mendukungpemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak tunagrahita.
Hubungan Motivasi Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dengan Status Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Lansia Penderita Diabetes Di Puskesmas Kedungdoro Koroida Handertika; Silvia Prasetyowati; Rohistul Laily; Bambang Hadi Sugito
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1454

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan gigi danmulut, khususnya pada lansia. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada kelompok ini tidak hanyadipengaruhi kondisi fisik, tetapi juga motivasi dalam melakukan perilaku pemeliharaan kesehatan. Penelitian inibertujuan menganalisis hubungan motivasi pemeliharaan kesehatan gigi dengan status kebersihan gigi dan mulutpada lansia penderita diabetes melitus di Puskesmas Kedungdoro. Penelitian menggunakan desain analitikkorelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 32 lansiapenderita diabetes melitus yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Motivasi diukur menggunakankuesioner berbasis Health Belief Model (HBM), sedangkan status kebersihan gigi dan mulut dinilaimenggunakan Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Spearmanrank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki motivasi pemeliharaan kesehatangigi dalam kategori rendah (68,8%) dan status kebersihan gigi dan mulut dalam kategori buruk (75,0%). Hasil ujiSpearman rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi pemeliharaan kesehatan gigidengan status kebersihan gigi dan mulut (p=0,000), dengan koefisien korelasi -0,673 yang menunjukkanhubungan kuat dengan arah negatif. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan motivasi melalui edukasidan upaya promotif-preventif untuk mendukung pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia penderitadiabetes melitus.