Kelahiran prematur merupakan salah satu masalah kesehatan yangberkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas neonatal.Kejadian kelahiran prematur dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal,seperti usia ibu, pendidikan, paritas, indeks massa tubuh (IMT), riwayatkeguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungandengan kejadian kelahiran prematur pada ibu bersalin di RSU Amanda MitraKeluarga Karawang Tahun 2026.Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional denganpendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin diRSU Amanda Mitra Keluarga Karawang selama periode penelitian. Sampelberjumlah 444 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling.Data diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secaraunivariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Besarnya risiko dinilaiberdasarkan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 444 responden, sebanyak124 (27,9%) mengalami kelahiran prematur. Terdapat hubungan bermaknaantara usia ibu (p-value = 0,000; OR = 2,215; 95% CI: 1,452–3,381), riwayatkeguguran (p-value = 0,013; OR = 1,829), riwayat penyakit (p-value = 0,029;OR = 1,665; 95% CI: 1,076–2,577), dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia(p-value = 0,000; OR = 3,142). Sementara itu, pendidikan, paritas, dan IMTtidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian kelahiranprematur.Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa usia ibu, riwayatkeguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsiaberhubungan dengan kejadian kelahiran prematur. Riwayat kehamilan denganpreeklamsia merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat.Diperlukan peningkatan skrining, deteksi dini, dan pelayanan antenatal yangberkualitas untuk menurunkan risiko kelahiran prematur.
Copyrights © 2026