p-Index From 2021 - 2026
1.512
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Efektivitas Penatalaksanaan Massage Effleurage Terhadap Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi 2025 Nabela Aulia Fitriyani Anggara; Neneng Julianti; Rohani Siregar; Musmundiroh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.372

Abstract

Latar Belakang : Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan dismenore dapat dilakukan dengan metode farmakologis maupun non farmakologis, salah satunya massage effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Metode Penelitian : menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore, diperoleh dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala numerik (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil : penelitian menunjukkan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Kesimpulan : massage effleurage terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu metode non farmakologis yang aman, mudah, dan tanpa efek samping untuk mengatasi dismenore.
Determinan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Nabillah Nuraeni; Neneng Julianti; Rohani Siregar; Musmundiroh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.399

Abstract

Latar belakang : Diare merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak-anak di Indonesia, terutama di daerah pedesaan dengan keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang memadai. Kondisi ini berdampak negatif tidak hanya pada kualitas hidup anak tetapi juga pada beban ekonomi dan sosial keluarga serta masyarakat. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita di Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin pada tahun 2025. Metode penelitian : analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 57 responden ibu dengan anak balita. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada ibu kemudian dilakukan analisis menggunakan uji chi-square dan Odds Ratio (OR) untuk mengetahui hubungan dan kekuatan pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 27 (47,4%) anak balita mengalami diare, hampir seluruh responden 38 (66,7%) memiliki pengetahuan kurang tentnag diare, hampir sebagian dari responden 28 (49,1%) memiliki lingkungan tidak bersih dan hampir sebagian responden 21 (36,8%) mengkonsumsi makanan tidak layak. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada anak (p = 0,000; OR = 1,11), kondisi lingkungan yang kurang sehat (p = 0,002; OR = 2,25), serta kelayakan makanan yang dikonsumsi anak (p = 0,000; OR = 3,79). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan, kondisi lingkungan, dan makanan dengan kejadian diare.
Hubungan Faktor-Faktor Dengan Pemberian Susu Formula Pada Bayi Usia 0–6 Bulan Di Desa Taman Mekar Tahun 2025 Yuyun Yuhanah; Rosi Kurnia Sugiharti; Musmundiroh; Ika Kania Fatdo Wardani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.452

Abstract

Pemberian susu formula pada bayi usia 0–6 bulan masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Meskipun WHO dan Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan pemberian ASI eksklusif, kenyataannya masih banyak ibu yang memberikan susu formula karena dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0–6 bulan di Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang Tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6–12 bulan sebanyak 100 orang, dengan sampel 50 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu (p = 0,018) dan dukungan keluarga (p = 0,030) dengan pemberian susu formula, sedangkan pendidikan ibu (p = 0,612), pekerjaan ibu (p = 0,416), dan dukungan tenaga kesehatan (p = 0,222) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik pengetahuan ibu dan semakin kuat dukungan keluarga, maka semakin besar peluang keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Disarankan agar Puskesmas dan kader kesehatan meningkatkan kegiatan penyuluhan, pendampingan, serta edukasi kepada keluarga untuk memperkuat dukungan terhadap ibu dalam pemberian ASI eksklusif.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Mengenai Seks Bebas Arsih; Hajar Nur Fathur Rohmah; Rosi Kurnia Sugiharti; Musmundiroh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1367

Abstract

Pengetahuan remaja putri tentang seks bebas masih tergolong rendah sehingga diperlukan pendidikankesehatan untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuanmengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan remajaputri tentang seks bebas di SMKN 1 Pebayuran Tahun 2026. Penelitian menggunakan metodekuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Populasi berjumlah 445 siswi, dengan sampelsebanyak 112 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified RandomSampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum (pretest)dan sesudah (posttest) intervensi pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet. Analisis datamenggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatanpengetahuan setelah pemberian pendidikan kesehatan. Nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar &lt;0,001(p&lt;0,05) menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet berpengaruhsignifikan terhadap pengetahuan remaja putri tentang seks bebas. Media leaflet dapat digunakansebagai alternatif edukasi kesehatan reproduksi untuk meningkatkan pengetahuan remaja dilingkungan sekolah.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Audiovisual Terhadap Pengetahuan Menarche Remaja SDN Ciledug 03 Bekasi 2026 Dita Ayu Lestari; Hajar Nur Fathur Rohmah; Rosi Kurnia Sugiharti; Musmundiroh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1371

Abstract

Menarche merupakan menstruasi pertama yang menandai dimulainya fungsi reproduksi pada remajaputri. Kurangnya pengetahuan tentang menarche masih menjadi permasalahan sehingga diperlukanpendidikan kesehatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikankesehatan menggunakan media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentangmenarche di SDN Ciledug 03 Kabupaten Bekasi Tahun 2026. Metode penelitian menggunakan desainone group pretest-posttest dengan sampel 42 siswi yang dipilih menggunakan teknik purposivesampling. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai p =0,000 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan mediaaudiovisual terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang menarche. Keterbatasan penelitian iniadalah tidak menggunakan kelompok kontrol dan hanya dilakukan pada satu sekolah. Penelitianselanjutnya disarankan menggunakan desain penelitian yang lebih kuat dengan jumlah responden yanglebih besar. Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual efektifmeningkatkan pengetahuan remaja tentang menarche. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahaninformasi dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah guna meningkatkanpengetahuan dalam menghadapi menarche.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Menggunakan Media Booklet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) Di Puskesmas Sukaraya Tahun 2026 Alifa Zulfa Amany; Yulianti; Musmundiroh; Hajar Nur Fathur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1132

Abstract

Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) merupakan intervensi kesehatan yang paling efektif dalam mencegah kematian ibu dan bayi akibat tetanus maternal maupun tetanus neonatorum. Pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat, jadwal pemberian, serta keamanan dan efek samping imunisasi TT menjadi faktor penentu keberhasilan pencapaian cakupan imunisasi yang lengkap. Media booklet menyajikan informasi secara sistematis, berbahasa sederhana, dan dilengkapi ilustrasi, sehingga dapat dibaca berulang kali oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester I tentang imunisasi TT di Puskesmas Sukaraya Kabupaten Bekasi tahun 2026. Penelitian kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen rancangan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester I diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur sebelum dan sesudah intervensi, dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test (α = 0,05). Hasil menunjukkan sebelum edukasi, 20 responden (66,7%) berpengetahuan kurang, 9 (30,0%)cukup, dan 1 (3,3%) baik. Setelah edukasi, 26 responden (86,7%) berpengetahuan baik, 3 (10,0%) cukup, dan 1 (3,3%) kurang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 0,37 menjadi 1,83. Hasil uji statistik memperoleh nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05). Disimpulkan terdapat pengaruh signifikan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Media booklet terbukti efektif dan direkomendasikan kepada tenaga kesehatan sebagai sarana penyuluhan yang praktis dan mudah dipahami.
Edukasi Audiovisual Sebagai Strategi Pencegahan Perilaku Masturbasi Berisiko Pada Remaja Putri Dewi Noviyanti; Yulianti; Musmundiroh; Nur Fathur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1530

Abstract

Perilaku masturbasi yang berisiko pada remaja dapat memberikan dampak terhadap kesehatanreproduksi apabila tidak disertai dengan pemahaman dan sikap yang tepat. Salah satu upaya yangdapat dilakukan untuk membentuk sikap positif remaja adalah melalui pendidikan kesehatanmenggunakan media audiovisual. Untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakanmedia audiovisual terhadap sikap remaja putri tentang pencegahan perilaku masturbasi yang berisikopada kesehatan reproduksi di SMPN 5 Cikarang Selatan. Penelitian ini menggunakan metodekuantitatif dengan desain pra-eksperimen melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasipenelitian adalah seluruh siswi SMPN 5 Cikarang Selatan sebanyak 566 orang, dengan sampelsebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sikap. Analisis data dilakukan menggunakan uji PairedSample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata (mean) sikap meningkat dari 82,97sebelum intervensi menjadi 106,53 setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan mediaaudiovisual. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai t = -8,223 dengan p-value = 0,000(p&lt;0,05), sehingga terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual terhadapsikap remaja putri tentang pencegahan perilaku masturbasi yang berisiko pada kesehatan reproduksi.Pendidikan kesehatan menggunakan media audiovisual berpengaruh terhadap peningkatan sikapremaja putri tentang pencegahan perilaku masturbasi yang berisiko pada kesehatan reproduksi diSMPN 5 Cikarang Selatan.
Analisis Faktor Risiko Kelahiran Prematur pada Ibu Hamil Di RSU Amanda Mitra Keluarga Karawang 2026 Lismayanti Agustini; Musmundiroh; Herlina Simanjuntak; Yulianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1705

Abstract

Kelahiran prematur merupakan salah satu masalah kesehatan yangberkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas neonatal.Kejadian kelahiran prematur dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal,seperti usia ibu, pendidikan, paritas, indeks massa tubuh (IMT), riwayatkeguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungandengan kejadian kelahiran prematur pada ibu bersalin di RSU Amanda MitraKeluarga Karawang Tahun 2026.Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional denganpendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin diRSU Amanda Mitra Keluarga Karawang selama periode penelitian. Sampelberjumlah 444 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling.Data diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secaraunivariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Besarnya risiko dinilaiberdasarkan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 444 responden, sebanyak124 (27,9%) mengalami kelahiran prematur. Terdapat hubungan bermaknaantara usia ibu (p-value = 0,000; OR = 2,215; 95% CI: 1,452–3,381), riwayatkeguguran (p-value = 0,013; OR = 1,829), riwayat penyakit (p-value = 0,029;OR = 1,665; 95% CI: 1,076–2,577), dan riwayat kehamilan dengan preeklamsia(p-value = 0,000; OR = 3,142). Sementara itu, pendidikan, paritas, dan IMTtidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian kelahiranprematur.Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa usia ibu, riwayatkeguguran, riwayat penyakit, dan riwayat kehamilan dengan preeklamsiaberhubungan dengan kejadian kelahiran prematur. Riwayat kehamilan denganpreeklamsia merupakan faktor yang memiliki hubungan paling kuat.Diperlukan peningkatan skrining, deteksi dini, dan pelayanan antenatal yangberkualitas untuk menurunkan risiko kelahiran prematur.
Determinasi Gangguan Siklus Menstruasi Remaja Putri: Analisis Faktor Kognitif, Status Gizi, dan Pola Hidup Elis; Musmundiroh; Herlina Simanjuntak; Dea Pebrianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1711

Abstract

Gangguan siklus menstruasi merupakan tantangan kesehatan reproduksi global yang memengaruhi sekitar 45% hingga 75% remaja putri di seluruh dunia, dengan prevalensi nasional di Indonesia mencapai 11,7% hingga 13,7%. Siklus yang tidak teratur pada masa awal pubertas apabila dibiarkan dapat berdampak buruk pada fungsi fertilitas jangka panjang serta memicu gangguan psikologis. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional ini dilaksanakan pada salah satu institusi pendidikan menengah pertama di Kabupaten Bekasi pada tahun 2026. Populasi penelitian siswi kelas VII dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data primer dilakukan melalui pengisian kuesioner terstruktur untuk variabel pengetahuan, sumber informasi, dan siklus menstruasi, kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk kualitas tidur, serta pengukuran antropometri (BB/TB) berdasarkan indikator IMT/U untuk status gizi. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan (p < 0,001), status gizi (p = 0,001), dan kualitas tidur (p = 0,013) dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri. Sebaliknya, variabel pemanfaatan sumber informasi (p = 0,564) terbukti tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan status siklus menstruasi responden di populasi ini. Keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri fase awal dipengaruhi secara signifikan oleh ranah kognitif berupa tingkat pengetahuan, serta faktor fisiologis dan gaya hidup yang mencakup status gizi dan kualitas tidur siswa. Institusi pendidikan disarankan untuk memantau asupan nutrisi harian siswi, membatasi aktivitas malam guna menjaga higienitas tidur (sleep hygiene), serta mengoptimalkan layanan edukasi reproduksi yang interaktif.
Potensi Jus Nanas dalam Mengurangi Nyeri Menstruasi pada Wanita Usia Subur: Studi Eksperimental Rismalia Priyanka; Yulianti; Musmundiroh; Hajar Nur Fathur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1929

Abstract

Nyeri menstruasi merupakan keluhan yang sering dialami wanita usia subur dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus nanas terhadap penurunan nyeri menstruasi pada wanita usia subur di Desa Banjarsari Tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 wanita usia subur yang mengalami dismenore primer dan dipilih menggunakan purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10 sebelum dan sesudah pemberian jus nanas selama dua hari pertama menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang, yaitu 27 orang (90,0%), dengan rata-rata skor nyeri 5,40 (SD 0,968). Setelah intervensi, 19 orang (63,3%) mengalami nyeri ringan, 7 orang (23,3%) tidak mengalami nyeri, dan 4 orang (13,3%) mengalami nyeri sedang, dengan rata-rata skor 1,90 (SD 1,373). Uji Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga digunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil uji memperoleh Z = -4,839 dan p = 0,000 (p < 0,05), serta seluruh 30 responden mengalami penurunan skor nyeri. Dengan demikian, pemberian jus nanas berpengaruh terhadap penurunan nyeri menstruasi pada wanita usia subur. Jus nanas dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif nonfarmakologis pendamping dalam membantu mengurangi nyeri menstruasi. Kata kunci: jus nanas; nyeri menstruasi; wanita usia subur; terapi nonfarmakologis