Kegawatdaruratan maternal merupakan kondisi yang dapat mengancam keselamatan ibu selama kehamilan dan memerlukan penanganan segera. Kemampuan ibu hamil dalam mengenali tanda bahaya kehamilan dan kesiapan menghadapi kondisi kegawatdaruratan merupakan salah satu faktor penting dalam mencegah keterlambatan mendapatkan pertolongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal di wilayah kerja Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang tanda bahaya kehamilan sebanyak 21 orang (55,3%), pengetahuan cukup sebanyak 12 orang (31,6%), dan pengetahuan kurang sebanyak 5 orang (13,2%). Berdasarkan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal, sebanyak 22 orang (57,9%) berada dalam kategori siap dan 16 orang (42,1%) berada dalam kategori kurang siap. Hasil uji statistik diperoleh P-value = 0,006 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal di wilayah kerja Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal.
Copyrights © 2026