Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Status Gizi pada Ibu Hamil dengan Kejadian Pre Eklamsia di UPTD Puskesmas Mon Geudong Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Riza Ariska; Mawarni Yunita; Lina Ekawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 13 No 2 (2026): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v13i2.421

Abstract

Preeklaimsiiai merupaikain sailaih saitu penyebaib kemaitiiain iibu yaing cukup siigniifiikain dii Aiceh. Daitai menunjukkain baihwai preeklaimsiiai dain eklaimsiiai menyumbaing sekiitair 40-60% dairii totail aingkai kemaitiiain iibu dii proviinsii tersebut. Tujuain peneliitiiain iinii aidailaih untuk mengetaihuii hubungain staitus giizii iibu paidai iibu haimiil dengain kejaidiiain preeklaimsiiai. Lokaisii peneliitiiain iinii diilaikaisainaikain dii Puskesmais Mon Geudong Kecaimaitain Baindai Saiktii Kotai Lhokseumaiwe dain waiktu peneliitiiain diilaiksainaikain dairii tainggail 14 Februari 2026 saimpaiii 14 Aipril 2026. Peneliitiiain iinii menggunaikain desaiiin peneliitiiain kuaintiitaitiif dengain pendekaitain korelaisiionail. Populaisii dailaim peneliitiiain iinii aidailaih semuai iibu haimiil yaing tercaitait dailaim buku regiistraisii dii UPTD Puskesmais Mon Geudong Kecaimaitain Baindai Saiktii Kotai yaing berjumlaih 30 oraing. Saimpel dailaim peneliitiiain iinii berjumlaih 30 oraing dengain tekniik pengaimbiilain saimpel yaiiitu Totail Saimpliing yaiiitu sebainyaik 30 responden. Haisiil ainailiisai uniivairiiait Sebaigiiain besair iibu haimiil memiiliikii staitus giizii normail (46,7%), sementairai laiiinnyai tergolong kurus, kelebiihain berait baidain, dain obesiitais. Aidaipun kejaidiiain preeklaimsiiai diidomiinaisii oleh iibu haimiil yaing tiidaik mengailaimii preeklaimsiiai (76,7%). Haisiil ujii Chii-Squaire menunjukkain niilaiii p-vailue sebesair 0,049 p < 0,05, yaing berairtii terdaipait hubungain siigniifiikain aintairai staitus giizii iibu haimiil dengain kejaidiiain preeklaimsiiai. Peneliitii menyiimpulkain Iibu dengain staitus giizii normail sebaigiiain besair tiidaik mengailaimii pre eklaimsiiai, sementairai iibu dengain staitus giizii kurus maiupun kelebiihain berait baidain diitemukain mengailaimii pre eklaimsiiai riingain hiinggai sedaing. Selaiiin iitu, seluruh iibu dengain obesiitais beraidai paidai kaitegorii pre eklaimsiiai berait. Diihairaipkain aidainyai upaiyai pemaintaiuain dain perbaiiikain staitus giizii sejaik aiwail kehaimiilain untuk menurunkain riisiiko preeklaimsiiai.
The Effectiveness Of health Education Using leaflets On Increasing Knowledge And Hemoglobin Levels In Pregnant Women At The Independent Practice Of Midwife Salabiah, Banda Sakti District, Lhokseumawe City, in 2025 Lina Ekawati; Mawarni Yunita; Mutiana Mutiana; Cut Susandari; Khairaturrahmi Khairaturrahmi
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 6 (2026): IJHET MARCH 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i6.718

Abstract

Anemia remains a global health problem, particularly among pregnant women. In Aceh, the prevalence reached 36.3% in 2024, while in Lhokseumawe City in 2025, there were 154 cases out of 4,253 pregnant women (3.62%), with a higher rate at BPM Bidan Salabiah (25.9%). A preliminary survey in August 2025 showed 35% of pregnant women had hemoglobin levels <11 g/dL along with low understanding of nutrition and iron supplementation. This study aimed to determine the effectiveness of health education using leaflets on pregnant women’s knowledge about hemoglobin levels at BPM Bidan Salabiah, Banda Sakti District, Lhokseumawe City. The research was conducted on August 20, 202.  The study employed a quasi-experimental one group pre-test post-test design with 7 purposively selected respondents. Data were collected using a knowledge questionnaire and analyzed with the paired t-test. Results showed the average knowledge score before the intervention was 4.86 and increased to 8.29 after, with a mean difference of 3.24. Statistical analysis revealed a p-value of 0.001 (<0.05), indicating a significant effect of leaflet-based health education on knowledge improvement. In coclusion, leaflets are effective in increasing pregnant women’s knowledge about hemoglobin levels as an effort to prevent anemia. It is recommended that health workers, particularly midwives, use leaflets as a simple, practical educational tool. Future studies should involve larger samples and consider additional variables such as adherence to iron tablet consumption and actual hemoglobin levels.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan dengan Kesiapan Menghadapi Kegawatdaruratan Maternal di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe Fitriani Fitriani; Mutiana Mutiana; Cut Susandari; Cut Linar; Mawarni Yunita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1842

Abstract

Kegawatdaruratan maternal merupakan kondisi yang dapat mengancam keselamatan ibu selama kehamilan dan memerlukan penanganan segera. Kemampuan ibu hamil dalam mengenali tanda bahaya kehamilan dan kesiapan menghadapi kondisi kegawatdaruratan merupakan salah satu faktor penting dalam mencegah keterlambatan mendapatkan pertolongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal di wilayah kerja Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang tanda bahaya kehamilan sebanyak 21 orang (55,3%), pengetahuan cukup sebanyak 12 orang (31,6%), dan pengetahuan kurang sebanyak 5 orang (13,2%). Berdasarkan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal, sebanyak 22 orang (57,9%) berada dalam kategori siap dan 16 orang (42,1%) berada dalam kategori kurang siap. Hasil uji statistik diperoleh P-value = 0,006 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal di wilayah kerja Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal.