Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect Of Postpartum Self-Care Education On Preventing Postpartual Infections In Postparum Mothers In The Work Area Of Mongeudong Public Health Center Wulandari Wulandari; Fitriani Fitriani; Fitra Yani; Juwita Maulani; Putri Eka Sari; Rohana Rohana
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 5 (2026): IJHESS JANUARY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i5.508

Abstract

The postpartum period is a critical phase for maternal health, as women undergo physical, psychological, and social recovery while being vulnerable to complications, particularly postpartum infections. Postpartum infections remain a significant contributor to maternal morbidity and mortality, especially in low- and middle-income countries, and are often associated with inadequate hygiene practices, delayed detection, and limited self-care knowledge. This study aimed to analyze the effect of postpartum self-care education on the prevention of postpartum infections among postpartum mothers in the working area of the Mongeudong Public Health Center, Lhokseumawe City. This study employed a quantitative quasi-experimental design with a pretest–posttest control group approach. A total of 60 postpartum mothers were selected using purposive sampling and divided into an intervention group (n = 30) and a control group (n = 30). Data were collected using structured questionnaires to assess knowledge and attitudes, observation sheets to measure compliance with self-care practices, and clinical observations to identify postpartum infections. Statistical analyses included univariate analysis, Wilcoxon and Mann–Whitney tests, and logistic regression. The results showed a significant improvement in maternal knowledge, attitudes, and compliance with postpartum self-care practices after the educational intervention (p < 0.05). The incidence of postpartum infection was significantly lower in the intervention group (8%) compared to the control group (32%). Postpartum self-care education was found to be a significant factor in reducing the risk of postpartum infections. In conclusion, structured postpartum self-care education is effective in improving maternal knowledge, attitudes, and compliance, and in preventing postpartum infections. This intervention is recommended to be implemented as a routine program in primary healthcare services to enhance maternal health outcomes and reduce postpartum morbidity.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan dengan Kesiapan Menghadapi Kegawatdaruratan Maternal di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe Fitriani Fitriani; Mutiana Mutiana; Cut Susandari; Cut Linar; Mawarni Yunita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1842

Abstract

Kegawatdaruratan maternal merupakan kondisi yang dapat mengancam keselamatan ibu selama kehamilan dan memerlukan penanganan segera. Kemampuan ibu hamil dalam mengenali tanda bahaya kehamilan dan kesiapan menghadapi kondisi kegawatdaruratan merupakan salah satu faktor penting dalam mencegah keterlambatan mendapatkan pertolongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal di wilayah kerja Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang tanda bahaya kehamilan sebanyak 21 orang (55,3%), pengetahuan cukup sebanyak 12 orang (31,6%), dan pengetahuan kurang sebanyak 5 orang (13,2%). Berdasarkan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal, sebanyak 22 orang (57,9%) berada dalam kategori siap dan 16 orang (42,1%) berada dalam kategori kurang siap. Hasil uji statistik diperoleh P-value = 0,006 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal di wilayah kerja Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kesiapan menghadapi kegawatdaruratan maternal.