Kerusakan lingkungan dan meningkatnya intensitas bencana banjir di Indonesia menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam relasi manusia dengan alam Dalam perspektif Islam manusia diposisikan sebagai khalifah di bumi yang memiliki amanah menjaga dan melestarikan lingkungan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman masyarakat korban banjir mengenai konsep manusia sebagai khalifah hubungan tauhid dengan kepedulian lingkungan serta realitas sikap masyarakat terhadap lingkungan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga informan korban banjir di Sumatera Utara yang memiliki latar belakang sosial berbeda Data juga dikumpulkan melalui observasi lapangan dan dokumentasi terhadap korban banjir di beberapa wilayah terdampak Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan secara tematik Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan memahami manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga alam namun implementasi nilai tauhid dalam perilaku ekologis belum sepenuhnya terwujud Faktor kebiasaan lama rendahnya kesadaran lingkungan tekanan ekonomi serta lemahnya regulasi menjadi kendala utama Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai tauhid dengan kesadaran ekologis sebagai landasan membangun perilaku masyarakat yang berkelanjutan dan berorientasi pada pencegahan bencana Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendidikan lingkungan berbasis tauhid integrasi nilai khalifah dalam dakwah dan kebijakan publik serta peningkatan peran tokoh agama dan masyarakat dalam membangun kesadaran ekologis yang berkelanjutan sebagai upaya mitigasi bencana di masa mendatang
Copyrights © 2026