Balqis Muzdalifah Lubis
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

From Classroom Civics to Digital Citizenship: Reconstructing Pancasila Democracy through Youth-Led Innovation Habibah Sabrina Salsabila Zaim; Zakia Amini Lubis; Balqis Muzdalifah Lubis; Habib Hidayat; Arman
Young Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 2 No. 2 (2026): Young Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : Yayasan Bayt Shufiya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines how Civic Education can be reconstructed for the digital generation by positioning young people as active co-producers of Pancasila democratic values rather than passive recipients of civic instruction. Using a qualitative narrative literature-review design, the study synthesizes books, scholarly articles, proceedings, and relevant policy-oriented literature on Civic Education, Pancasila democracy, digital literacy, youth participation, and digital citizenship. The review indicates that reconstruction requires four connected shifts: from teacher-centered transmission to participatory and project-based learning; from technical digital literacy to critical and ethical digital citizenship; from classroom-bound value instruction to youth-led content creation, digital campaigns, fact-checking, and online deliberation; and from institution-centered responsibility to multisectoral collaboration involving educational institutions, government, technology actors, families, and civic communities. The article proposes Pancasila-based digital citizenship as the conceptual bridge linking civic knowledge, democratic participation, legal awareness, digital ethics, and national identity. This framework contributes to the renewal of Civic Education by treating the digital public sphere not merely as a technological setting, but as a civic arena in which Pancasila values must be practiced, contested, and reproduced through responsible participation.
Pemahaman Manusia Sebagai Khalifah dan Implikasinya terhadap Kepedulian Lingkungan dalam Perspektif Tauhid : Studi Kualitatif Deskriptif pada Korban Banjir di Sumatera Utara Adenan Adenan; Hany Aulia Daulay; Alya Aida Munira Siregar; Nur Azizah; Balqis Muzdalifah Lubis; Suci Anisah Putri Purba
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 1 No. 1: Maret 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v1i1.1326

Abstract

Kerusakan lingkungan dan meningkatnya intensitas bencana banjir di Indonesia menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam relasi manusia dengan alam Dalam perspektif Islam manusia diposisikan sebagai khalifah di bumi yang memiliki amanah menjaga dan melestarikan lingkungan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman masyarakat korban banjir mengenai konsep manusia sebagai khalifah hubungan tauhid dengan kepedulian lingkungan serta realitas sikap masyarakat terhadap lingkungan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga informan korban banjir di Sumatera Utara yang memiliki latar belakang sosial berbeda Data juga dikumpulkan melalui observasi lapangan dan dokumentasi terhadap korban banjir di beberapa wilayah terdampak Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan secara tematik Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan memahami manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga alam namun implementasi nilai tauhid dalam perilaku ekologis belum sepenuhnya terwujud Faktor kebiasaan lama rendahnya kesadaran lingkungan tekanan ekonomi serta lemahnya regulasi menjadi kendala utama Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai tauhid dengan kesadaran ekologis sebagai landasan membangun perilaku masyarakat yang berkelanjutan dan berorientasi pada pencegahan bencana Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendidikan lingkungan berbasis tauhid integrasi nilai khalifah dalam dakwah dan kebijakan publik serta peningkatan peran tokoh agama dan masyarakat dalam membangun kesadaran ekologis yang berkelanjutan sebagai upaya mitigasi bencana di masa mendatang