Berpikir sejarah atau historical thinking bukanlah hasil otomatis dari perkembangan psikologis, melainkan kemampuan kognitif yang dibangun secara sadar. Psikologi kognitif memberikan kerangka untuk memahami mekanisme mental yang mendasari proses berpikir sejarah, seperti persepsi, perhatian, memori, dan penalaran. Artikel ini bertujuan menelaah konsep historical thinking yang dikemukakan oleh Sam Wineburg dalam perspektif psikologi kognitif serta relevansinya dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka (literature review) terhadap karya-karya Sam Wineburg, literatur psikologi kognitif, dan kajian pembelajaran sejarah. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi konsep dan analisis interpretatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa historical thinking merupakan aktivitas kognitif tingkat tinggi yang bersifat tidak alamiah, sehingga memerlukan strategi pedagogis yang terencana. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi psikologi kognitif dalam pembelajaran sejarah untuk membangun pemahaman historis yang kritis dan kontekstual. Keberadaan psikologi kognitif memberikan kerangka untuk memahami mekanisme mental berpikir sejarah. Dalam hal ini, historical thinking diposisikan sebagai aspek penting yang menunjang peningkatan kualitas berpikir seorang individu (termasuk dalam peranannya sebagai warga negara).
Copyrights © 2026