Kemajuan teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan etika kewarganegaraan. Penelitian ini menguji efektivitas Sinau VR, model pembelajaran karakter berbasis realitas virtual yang mengintegrasikan nilai Pancasila dan budaya lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian melibatkan 12 mahasiswa Program Studi Teknik Komputer Politeknik Negeri Sriwijaya melalui observasi, wawancara, dan refleksi naratif. Program terdiri atas orientasi nilai, simulasi konflik digital, dan refleksi sinau bareng. Hasil awal menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap Pancasila masih normatif. Selama simulasi, 6 mahasiswa menghindari konflik, 2 mengikuti arus negatif, 3 bersikap netral, dan 1 menunjukkan sikap asertif. Setelah program, kesadaran moral meningkat terutama pada sila kedua dan ketiga serta perilaku daring menjadi lebih reflektif dan bertanggung jawab. Temuan ini menegaskan potensi teknologi imersif dalam pembelajaran nilai dan pengembangan teori pendidikan karakter digital berbasis Pancasila.
Copyrights © 2025