Transformasi kurikulum di era Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menuntut reformasi instrumen evaluasi pada pendidikan tinggi guna menjamin keterikatan (link and match) antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan implementasi standarisasi kompetensi melalui ujian komprehensif dalam meningkatkan kualitas profil lulusan di Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan (FIS Unimed). Melalui pendekatan kualitatif-analitis berbasis studi dokumen kurikulum dan wawancara mendalam, studi ini membedah reposisi ujian komprehensif sebagai instrumen integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujian komprehensif yang dirancang melalui pengelompokan bidang keilmuan (Pendidikan, Hukum, dan Sosial-Politik) berhasil membangun fondasi teoretis yang kokoh bagi mahasiswa sebelum menempuh ujian skripsi (meja hijau). Penilaian berjenjang dengan predikat lulus (Unggul, Sangat Baik, dan Baik) melalui mekanisme remedial multipel memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguasai wawasan keilmuan secara integralistik. Lebih jauh, evaluasi standar ini berkontribusi langsung pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya dalam memastikan lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak dan memiliki daya saing linier di dunia karir. Studi ini merekomendasikan pelembagaan ujian komprehensif berbasis sistem bank soal digital yang adaptif terhadap dinamika hukum dan politik kontemporer.
Copyrights © 2026