Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Maintaining the Strength of Pancasila Amid the Flow of Globalization in Students of Universitas Negeri Medan Yona Venelia Hutabarat; Naomy Elisabeth Tamba; Jessica Simanjuntak; Bunga Uara Tambunan; Jamaludin
Jurnal Pengabdian Pancasila (JPP) Vol. 2 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpp.v2i2.4053

Abstract

After Indonesia's independence in 1945, Pancasila sat as the national ideology which became a reference in the life of the Indonesian people. In this era of globalization, the position of Pancasila as the nation's ideology is indispensable as a barrier in sorting out foreign cultures and ideologies that enter Indonesia. Pancasila in the modern era is a contemporary reality which shows that challenges to Pancasila ideology, both now and in the future, have appeared on the surface. The fading values of Pancasila can also be seen from the decline in the sense of patriotism and rationalism in the Indonesian people, especially in the younger generations. Pancasila is the basis of the state and the thinking of the life of the Indonesian people in the nation and state and is used as a guide in establishing the Unitary State of the Republic of Indonesia.
KECAKAPAN GURU PPKN MEMANFAATKAN METODE PEMBELAJARAN CASED METHOD DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI BELAJAR SISWA Khatherine Sesilia Manik; Sondang Ruth Lovenia Sinaga; Ahmad Aridho; Jamaludin; Sri Yunita
Qalam : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 12 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jq.v12i2.2882

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui bagaimana kecakapan guru PPKn memanfaatkan metode pembelajaran cased method dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa di SMP Negeri 37 Medan. Hal ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa terhadap pelajaran PPKn sehingga menyebabkan peserta didik pasif didalam kelas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil data-data yang ditemukan melalui wawancara dan observasi dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru PPKn memiliki kecakapan dalam memanfaatkan metode pembelajaran cased method dalam meningkatkan partisipasi belajar siswa. Dengan menggunakan metode cased method, peserta didik tidak bersifat pasif dengan mendengarkan guru berceramah melainkan peserta didik berpartisipasi aktif dalam menganalisis sebuah fenomena/permasalahan kemudian memberikan pendapat dan memberikan solusi/alternatif penyelesaian masalah. Kegiatan-kegiatan pembelajaran cased method tersebut tentunya menggambarkan partisipasi aktif belajar siswa. Selain itu peserta didik juga dilatih untuk mampu berpikir kritis dan tentunya berpengaruh pada hasil belajar siswa. Kata kunci: Cased method, Kecakapan Guru PPKn, Partisipasi Belajar Siswa
UPAYA PENCEGAHAN PUTUS SEKOLAH MELALUI DIAGNOSIS DINI KEBUTUHAN PEMBELAJARAN Tawarika M. Pandiangan; Alissa P. Simbolon; Ida Nurjana Tamba; Vinolya Lidevia Br Manik; Mantasia Hasibuan; Rian TR Simanjuntak; Jamaludin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2024): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i4.1029

Abstract

Putus sekolah adalah tindakan pemberhentian siswa untuk mengikuti secara formal kegiatan belajar pada lembaga pendidikan formal yang sudah sempat ditempuh. Faktor penyebab terjadinya fenomena putus sekolah dapat ditelusuri dari berbagai sisi. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian kualitatif dengan paradigma alamiah yang bertumpu pada fenomenologis. Fenomenologi merupakan kajian interpretatif yang bersifat fakta tentang pengalaman manusia. Pencegahan tindakan ini dilakukan upaya diagnosis dini pada kebutuhan pembelajaran sebagai upaya pencegahan atau mengurangi fenomena ini. Kerjasama antara Pemerintah bersama pihak pertelevisian dan berbagai organisasi profesi keguruan,  menguatkan peran Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam filterisasi sebab akibat putus sekolah, serta pembukaan program layanan bimbingan dan konseling secara luas di seluruh Indonesia.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SD MELALUI INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA BERBASIS PROYEK DAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY DI DESA KLAMBIR Waliyul Maulana Siregar; Jamaludin; Natalia Silalahi; Hanif Luthfi Siregar; Khofifah Shaira Siregar
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/rwfhqa18

Abstract

Abstract: This community service program aims to enhance the competencies of elementary school teachers in developing project based Pancasila Education integrated with Augmented Reality (AR) technology. The activity was motivated by the limited use of technology and teachers’ low ability to implement the Project Based Learning model at SDN 101744, Desa Klambir. The implementation methods included socialization, training, AR-based learning implementation, mentoring, and evaluation. Teachers were trained to use the Assemblr Edu application to create AR media visualizing Pancasila values, particularly the theme of Indonesia’s cultural diversity. The results indicated a significant improvement in teachers’ digital literacy, with an average score of 4.83 (excellent category). Moreover, students’ learning outcomes increased from 55.5 to 86.5 after the AR media implementation. The program produced several outputs, including the AR Keragaman mobile application and website, project-based learning modules, guidebooks, and a draft of intellectual property rights (IPR). This activity demonstrates that integrating AR technology in project-based learning enhances teaching effectiveness, creativity, and students’ national character, serving as an innovative model for Pancasila Education in elementary schools. Keywords: Pancasila Education, Project Based Learning, Augmented Reality, Elementary School Teacher, Golden Generation  
PRAKTIK BAIK DEMOKRASI BERKARAKTER MELALUI PROJEK PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMA GADJAH MADA KOTA MEDAN Jamaludin; Arief Wahyudi; Dewi Pika Lumban Batu Batu; Oksari A Sihaloho Sihaloho
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Edisi Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v7i2.7639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik demokrasi yang positif dalam menerapkan profil pelajar Pancasila. Program kurikulum "Merdeka Belajar" melibatkan enam indikator dalam memperkuat pembelajaran yang lebih fokus pada nilai-nilai, sikap, dan perilaku. Indikator tersebut mencakup keyakinan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta sikap yang luhur; kemandirian; semangat gotong royong; penerimaan terhadap keberagaman global; kemampuan berpikir kritis; dan kreativitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dan partisipan berperan sebagai sumber data, dan studi literatur juga digunakan untuk memperkuat hasil dan kesimpulan melalui triangulasi data. SMA Gadjah Mada berupaya menerapkan pendekatan pembelajaran yang inklusif dan mengembangkan karakter pelajar Pancasila melalui kurikulum merdeka belajar dan projek profil pelajar Pancasila. Praktik demokrasi berkarakter terlihat dalam berbagai aspek kehidupan di sekolah, termasuk dalam kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler, dan pengambilan keputusan bersama. Meskipun terdapat kendala dalam penyesuaian kurikulum merdeka secara utuh namun sekolah tetap berkomitmen untuk memberikan pembinaan dan kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan potensi mereka secara holistic secara optimal dalam capaian profil pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia; mandiri; gotong royong; berkebhinekaan global; berpikir kritis;dan kreatif.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MENINGKATKAN SIKAP TOLERANSI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PERCUT SEI TUAN TAHUN AJARAN 2024/2025 Agnes Valentina; Jamaludin
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran diferensiasi dalam meningkatkan sikap toleransi siswa kelas X SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan. Pembelajaran diferensiasi dirancang sesuai minat dan gaya belajar siswa dengan penyesuaian konten, proses, dan produk. Sikap toleransi adalah sikap saling menghargai perbedaan untuk mencapai kedamaian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Experiment, menguji hubungan sebab akibat antara pembelajaran diferensiasi (variabel X) dan sikap toleransi (variabel Y). Data dikumpulkan melalui angket, studi dokumentasi, dan observasi. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran diferensiasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap toleransi siswa, terutama di kelas eksperimen X-6, yang mengalami peningkatan signifikan dalam sikap toleransi berdasarkan hasil uji statistik. Kata Kunci: Pembelajaran Berdiferensiasi, Sikap Toleransi
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PPKN MELALUI PENDEKATAN TPACK DALAM MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 PEMATANGSIANTAR Ruth Lidya Siboro; Jamaludin
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7926

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi pembelajaran PPKn melalui pendekatan TPACK untuk meningkatkan berpikir kritis siswa kelas VII SMP Negeri 7 Pematangsiantar. Jenis penelitian ini yaitu Quasi Eksperiment yakni untuk melihat hubungan sebab akibat antara variable independent (Pendekatan TPACK sebagai variabel X) dan variable dependent (kemampuan berpikir kritis sebagai variabel Y). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui angket pretest dan posttest, wawancara, serta dokumentasi. Sample pada penelitian ini ditentukan dengan purposive sampling terdiri dari dua kelas yaitu kelas VII-7 sebagai kelas eksperimen dan VII-4 sebagai kelas kontrol.  Data-data yang ditemukan dianalisis secara statistik dengan analisis deskriptif dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS, uji normalitas, uji paired, sample t-test, uji homogitas, dan uji independent sample t-test. Seluruh uji yang dilakukan diolah menggunakan SPSS Versi 16.0. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan terhadap berpikir kritis siswa yang menerima pembelajaran dengan pendekatan TPACK atau kelas eksperimen. Hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata (mean) postest berpikir kritis kelas eksperimen sebesar 51.83 dan meningkat menjadi 83.83. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi pembelajaran PPKn melalui Pendekatan TPACK memiliki pengaruh dan efektivitas dalam meningkatkan berpikir kritis siswa kelas VII SMP Negeri 7 Pematangsiantar.
Teknik Small Group Discussion Sebagai Upaya Peningkatan Civic Intelligence Richie Nicodemus Munthe; Jamaludin
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 1 Edisi Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i1.7973

Abstract

Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui pengaruh dan efektifitas teknik small group discussion dalam meningkatkan civic intelligence siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah SMP Negeri 4 Binjai. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain quasi. Sampel yaitu peserta didik kelas VII 6 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) teknik small group discussion berpengaruh dalam meningkatnya civic intelligence siswa pada kelas eksperimen. (2) efektivitas teknik small group discussion dalam meningkatkan civic intelligence siswa pada kelas eksperimen dan kontrol dapat dilihat dari keempat aspek civic intelligence yaitu: kecerdasan intelektual, kelas eksperimen 78%, kelas kontrol 70%, kecerdasan emosional, kelas eksperimen 86%, kelas kontrol 81%, kecerdasan spiritual, kelas eksperimen 89%, kelas kontrol 89% serta kecerdasan moral, kelas eksperimen 82%, kelas kontrol 68%. Dengan total keseluruhan civic intelligence kelas eksperimen sebesar 84% sedangkan kelas kontrol 77%.
Pengembangan Teknik Pembelajaran Berbasis Kelas Multipartai untuk Meningkatkan Kompetensi Keterampilan Kewarganegaraan di Kelas X SMA Negeri 21 Medan Tri Girl Laurensia Simbolon; Jamaludin
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 2 Edisi Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i2.9832

Abstract

Penelitian ini meningkatkan kompetensi keterampilan kewarganegaraan, melalui pengembangan teknik pembelajaran berbasis kelas multipartai di kelas X SMA Negeri 21 Medan. Kelas multipartai dibentuk guna menciptakan interaksi yang baik antara siswa dengan siswa, antara siswa dengan guru, serta antara siswa dengan materi ajar. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah Penelitian dan Pengembangan (Research and development), dengan menggunakan model ADDIE. Uji coba penerapan teknik pembelajaran berbasis kelas multipartai dengan menggunakan E-Modul sebagai medianya adalah kelas X-6 dengan jumlah 34 siswa. Kelayakan E-Modul dilakukan validasi oleh ahli materi, ahli media, guru PPKn SMA Negeri 21 Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pembelajaran berbasis kelas multipartai dengan menggunakan E-Modul sebagai medianya berhasil meningkatkan kompetensi keterampilan kewarganegaraan siswa. Perolehan skor oleh ahli materi, guru, dan siswa terhadap kompetensi keterampilan kewarganegaraan sebesar 94,56% dengan kategori sangat layak. Dengan demikian teknik pembelajaran berbasis kelas multipartai dapat digunakan dan diterapkan pada pembelajaran PPKn di kelas.
Korelasi Pelaksanaan Program Adiwiyata dengan Pembentukan Karakter Eco-Citizenship Siswa di UPT SMP Negeri 41 Medan Jacklyn Alona; Jamaludin
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10685

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pelaksanaan Program Adiwiyata dan pembentukan karakter eco-citizenship siswa di UPT SMP Negeri 41 Medan. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya peran sekolah dalam meningkatkan kesadaran lingkungan melalui Program Adiwiyata, dengan mengacu pada konsep tanggung jawab ekologis dari Dobson sebagai landasan eco-citizenship. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 710 siswa UPT SMP Negeri 41 Medan, dan sampel sebanyak 256 siswa ditentukan menggunakan rumus Slovin melalui teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket tertutup skala Likert dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik inferensial untuk menguji hubungan antar variabel. Seluruh proses pengolahan data menggunakan bantuan IBM SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Adiwiyata memiliki hubungan yang signifikan dengan pembentukan karakter eco-citizenship, namun, hasil uji korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel berada pada kategori rendah (r = 0,340; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program yang baik belum tentu diikuti oleh kuatnya pembentukan karakter eco-citizenship siswa. Kekuatan hubungan berada pada kategori rendah, menjelaskan bahwa pelaksanaan program belum sepenuhnya mampu membentuk kesadaran internal siswa secara optimal karena membentuk karakter eco-citizenship memerlukan proses yang berkelanjutan serta dukungan dari lingkungan di luar sekolah.