Penelitian ini mengkaji pendekatan humanis-religius sebagai solusi degradasi moral peserta didik di era digital, yang ditandai maraknya cyberbullying, plagiarisme, dan kecanduan gawai. Tujuannya adalah menganalisis efektivitas pendekatan tersebut, mengidentifikasi strategi implementasinya dalam kurikulum Pendidikan Islam, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pendidik dan pemangku kebijakan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis konten terhadap literatur primer dan sekunder terkait humanisme, nilai religius, dan fenomena degradasi moral digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai humanis-spiritual dalam pembelajaran mampu meningkatkan ketahanan moral peserta didik sebesar 73%, dengan rekomendasi konkret berupa model kurikulum hybrid dan pelatihan guru berbasis literasi digital. Temuan ini membuktikan urgensi rekonstruksi pendidikan Islam yang responsif terhadap tantangan digital.
Copyrights © 2025