Dalam konteks pendidikan Islam modern, keberagaman psikologis siswa, yang meliputi aspek kognitif, emosional, motivasi, dan kepribadian, menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang adil dan inklusif. Artikel ini membahas bagaimana prinsip hukum syar’i seperti al-‘adl, rahmah, dan amanah menjadi pedoman bagi guru dalam mengelola perbedaan psikologis peserta didik. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam dan studi pustaka, penelitian menemukan bahwa al-‘adl mendorong penerapan keadilan yang menyesuaikan kondisi psikologis siswa, rahmah membangun hubungan empati antara guru dan siswa, serta amanah meneguhkan integritas dan tanggung jawab moral guru secara profesional. Integrasi ketiga nilai tersebut membentuk pendekatan pedagogis di mana guru bertindak sebagai murabbi yang mengharmonisasikan aspek spiritual, emosional, dan kognitif siswa. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang bersifat normatif, studi ini merekonsiliasi nilai syar’i dengan psikologi pendidikan melalui model Prophetic Pedagogy for Psychological Diversity, menawarkan model pembelajaran yang inklusif, manusiawi, dan penuh integritas sebagai jawaban atas keberagaman psikologis peserta didik di era modern.
Copyrights © 2025