ABSTRAK Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, kognitif, emosional, dan sosial. Kemampuan remaja dalam menerima, mengolah, dan merespons informasi sangat dipengaruhi oleh fungsi otak dan sistem sensorik. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai cara kerja otak dan sistem sensorik serta pentingnya menjaga kesehatan keduanya. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai fungsi otak, sistem sensorik, dan perannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk psikoedukasi di SMA Negeri 24 Makassar dengan melibatkan 19 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi pre-test, penyampaian materi melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, kuis, dan post-test. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-test untuk mengetahui perbedaan tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test peserta sebesar 6,16 meningkat menjadi 8,63 pada post-test. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi (p < 0,001), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan psikoedukasi mengenai cara kerja otak dan sistem sensorik efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Dengan demikian, kegiatan edukasi serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan otak dan sistem sensorik untuk mendukung proses belajar, konsentrasi, serta aktivitas sehari-hari. Kata kunci: Cara kerja otak, sistem sensorik, siswa
Copyrights © 2026