Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru menyusun modul ajar yang mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) agar pembelajaran berlangsung secara sistematis, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Namun, implementasi modul ajar Pendidikan Pancasila di tingkat sekolah menengah atas, khususnya pada sekolah berbasis keislaman, masih menghadapi berbagai tantangan dan belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi modul ajar Pendidikan Pancasila berbasis CP dan ATP dalam Kurikulum Merdeka di SMA Islamiyah Sawangan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta mendeskripsikan kontribusinya terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan satu kepala sekolah, satu guru Pendidikan Pancasila, serta 24 peserta didik kelas X dan XI. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi modul ajar berbasis CP dan ATP telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penerapan Problem Based Learning (PBL), diskusi kelompok, dan pembelajaran berbasis proyek mampu meningkatkan partisipasi belajar, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama peserta didik. Kendala implementasi meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan peserta didik, serta keterbatasan contoh kasus yang kontekstual dengan lingkungan sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi modul ajar berbasis CP dan ATP pada sekolah berbasis keislaman tidak hanya mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran, tetapi juga memperkuat pengintegrasian nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai keislaman dalam pembentukan karakter peserta didik.
Copyrights © 2026