Penelitian ini mengkaji integrasi tafsir saintifik dalam memahami proses penciptaan manusia pada QS. Al-Mu’minun ayat 12–14 dengan menyoroti perspektif Tafsir Al-Jawahir karya Tantawi Jawhari serta dimensi teologis konsep Ahsan al-Khaliqin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis tekstual dan komparatif antara penafsiran klasik, tafsir bercorak ilmiah, serta temuan embriologi modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa tahapan penciptaan manusia, yakni sulalah min thin, nutfah, ‘alaqah, mudghah, ‘izam, dan lahm, yang memiliki kesesuaian konseptual dengan fase perkembangan embrio dalam sains kontemporer, meskipun tidak dimaksudkan sebagai penjelasan ilmiah yang rinci. Tafsir Tantawi Jawhari merepresentasikan corak rasional-ilmiah yang berupaya mempertemukan wahyu dan ilmu pengetahuan tanpa mereduksi makna teologis ayat. Selain itu, frasa fatabarakallahu ahsan al-khaliqin menegaskan supremasi kreativitas ilahi serta menunjukkan bahwa manusia tidak hanya makhluk biologis, tetapi juga makhluk spiritual yang mengalami transformasi menjadi khalqan akhar. Dengan demikian, integrasi tafsir saintifik dan refleksi teologis menghasilkan pemahaman komprehensif bahwa penciptaan manusia merupakan proses biologis yang terstruktur sekaligus pernyataan ontologis tentang ketergantungan dan tanggung jawab manusia kepada Allah.
Copyrights © 2026