Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser dalam pengembangan Museum Sadurengas sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi sejarah. Museum Sadurengas memiliki peran penting dalam pelestarian budaya dan pembelajaran sejarah, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam meningkatkan daya tarik dan kunjungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi kepustakaan, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser, pengelola museum, dan pihak terkait. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan fokus penelitian pada peran pemerintah sebagai motivator, fasilitator, dan dinamisator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser telah berupaya mengembangkan Museum Sadurengas melalui kegiatan edukasi dan promosi, penyediaan fasilitas dan dukungan operasional, serta kerja sama dengan berbagai instansi dan masyarakat. Namun, pengembangan museum belum berjalan secara optimal karena dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya minat kunjungan masyarakat, informasi koleksi yang belum lengkap, pemanfaatan teknologi yang belum maksimal, serta penyebaran informasi yang belum menjangkau masyarakat secara luas. Faktor pendukung pengembangan museum meliputi dukungan anggaran dan kerja sama antarinstansi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan promosi, penguatan sumber daya manusia, penyempurnaan layanan informasi, serta penguatan kerja sama dan partisipasi masyarakat guna mendukung pengembangan Museum Sadurengas sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi sejarah.
Copyrights © 2026