Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembangkan fitur JakLapor pada aplikasi Jakarta Kini (JAKI) sebagai media pengaduan masyarakat yang mendukung penerapan e-participation dalam pelayanan publik. Meskipun penggunaan aplikasi terus meningkat, kualitas partisipasi masyarakat melalui JakLapor belum banyak dikaji berdasarkan dimensi e-participation. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemanfaatan fitur JakLapor sebagai media e-participation di Kelurahan Pela Mampang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 87 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disusun berdasarkan tiga dimensi e-participation, yaitu e-enabling, e-engaging, dan e-empowering, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan JakLapor secara keseluruhan berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 3,407. Dimensi e-enabling memperoleh nilai tertinggi sebesar 3,576, diikuti dimensi e-engaging sebesar 3,549, sedangkan dimensi e-empowering memperoleh nilai terendah sebesar 3,095. Temuan ini menunjukkan bahwa JakLapor telah mampu menyediakan akses informasi, memfasilitasi penyampaian laporan, serta mendukung interaksi antara masyarakat dan pemerintah dengan baik. Namun, masyarakat belum sepenuhnya merasakan bahwa partisipasi yang mereka berikan menghasilkan dampak yang nyata terhadap penyelesaian permasalahan yang dilaporkan. Oleh karena itu, pengembangan JakLapor perlu diarahkan pada penguatan mekanisme umpan balik, peningkatan kualitas respons pemerintah, penyediaan ruang dialog lanjutan, serta transparansi tindak lanjut laporan agar kualitas e-participation dapat ditingkatkan.
Copyrights © 2026