Fenomena anak jalanan merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih dihadapi oleh berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kota Serang. Keberadaan anak jalanan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kemiskinan, putus sekolah, kondisi keluarga, serta dorongan orang tua yang menyebabkan anak turun ke jalan untuk mencari penghasilan. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah melalui pelaksanaan program pembinaan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kota Serang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Sosial Kota Serang dalam pembinaan anak jalanan, mengidentifikasi program pembinaan yang dilaksanakan, serta mengkaji hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial Kota Serang telah menjalankan perannya melalui kegiatan penjangkauan, pendataan, asesmen, penindakan, rehabilitasi sosial, serta pembinaan lanjutan bagi anak jalanan. Program pembinaan meliputi pemberian bimbingan sosial, bantuan sosial, pendidikan, serta pelatihan keterampilan, seperti Sekolah Rakyat, pelatihan perbengkelan, dan tata boga. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya kesadaran orang tua, serta faktor ekonomi yang menyebabkan sebagian anak kembali ke jalanan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi antarlembaga, serta kolaborasi dengan dunia usaha agar program pembinaan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.
Copyrights © 2026