Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Saung Bewara Pemilu Sebagai Sarana Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula Di Kota Bandung Ratna Sari Dewi; Nida Kamal; Siti Atiah; Ani Mulyati; M. Arief Hidayatullah; Febriyanto Eko Nugroho
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.478 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2813

Abstract

AbstrakDalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara manusia tidak akan terlepas dari politik. Manusia akan selalu melakukan aktivitas politik dengan manusia lain untuk memenuhi kebutuhannya, termasuk kebutuhan dalam kedudukannya sebagai warga negara. Penelitian ini berfokus pada pendidikan politik yang diberikan Saung Bewara Pemilu di Kota Bandung, yakni mengenai bentuk pendidikan politik, metode, hambatan dan solusi yang digunakan Saung Bewara Pemilu dalam memberikan pendidikan politik di Kota Bandung. Tujuan penelitian ini juga untuk mengetahui respon masyarakat yang termasuk pemilih pemula mengenai efektivitas Saung Bewara Pemilu di Kota Bandung. Metode yang digunakan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Adapun hasil penelitian ini adalah program Saung Bewara Pemilu belum cukup efektif dalam memberikan pendidikan politik bagi pemilih pemula di Kota Bandung, kegiatan sosialisasi yang dilakukan belum massif dan metode sosialisasi pendidikan politik belum cukup untuk menarik perhatian masyarakat pemilih pemula di Kota Bandung. Maka dapat diketahui bahwa bentuk dan metode pendidikan politik yang diberikan sangat berpengaruh pada tingkat ketertarikan masyarakat di Kota Bandung termasuk masyarakat pemilih pemula.Kata kunci: Efektivitas, Pendidikan Politik, Pemilih PemulaAbstractIn the life of society, nation and state, humans cannot be separated from politics. Humans will always carry out political activities with other humans to fulfill their needs. including the needs in his position as a citizen. This research focuses on the political education given by Saung Bewara Election in Bandung City, namely the form of political education, methods, obstacles and solutions used by Saung Bewara Election in providing political education in the city of Bandung. The purpose of this study is also to determine the response of the public, including novice voters, regarding the effectiveness of the Saung Bewara Election in Bandung City. The method used in this research is descriptive research with a qualitative approach. The results of this study are the Saung Bewara Election program has not been effective enough in providing political education for novice voters in the city of Bandung, the socialization activities carried out were not massive and the methods of socialization of political education were not enough to attract the attention of the novice voters in the city of Bandung. So it can be seen that the forms and methods of political education provided greatly affect the level of public interest in the city of Bandung, including the novice voting community.Keywords: Effectiveness, Political Education, Beginner Voters
Efektivitas Saung Bewara Pemilu Sebagai Sarana Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula Di Kota Bandung Ratna Sari Dewi; Nida Kamal; Siti Atiah; Ani Mulyati; M. Arief Hidayatullah; Febriyanto Eko Nugroho
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2813

Abstract

AbstrakDalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara manusia tidak akan terlepas dari politik. Manusia akan selalu melakukan aktivitas politik dengan manusia lain untuk memenuhi kebutuhannya, termasuk kebutuhan dalam kedudukannya sebagai warga negara. Penelitian ini berfokus pada pendidikan politik yang diberikan Saung Bewara Pemilu di Kota Bandung, yakni mengenai bentuk pendidikan politik, metode, hambatan dan solusi yang digunakan Saung Bewara Pemilu dalam memberikan pendidikan politik di Kota Bandung. Tujuan penelitian ini juga untuk mengetahui respon masyarakat yang termasuk pemilih pemula mengenai efektivitas Saung Bewara Pemilu di Kota Bandung. Metode yang digunakan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Adapun hasil penelitian ini adalah program Saung Bewara Pemilu belum cukup efektif dalam memberikan pendidikan politik bagi pemilih pemula di Kota Bandung, kegiatan sosialisasi yang dilakukan belum massif dan metode sosialisasi pendidikan politik belum cukup untuk menarik perhatian masyarakat pemilih pemula di Kota Bandung. Maka dapat diketahui bahwa bentuk dan metode pendidikan politik yang diberikan sangat berpengaruh pada tingkat ketertarikan masyarakat di Kota Bandung termasuk masyarakat pemilih pemula.Kata kunci: Efektivitas, Pendidikan Politik, Pemilih PemulaAbstractIn the life of society, nation and state, humans cannot be separated from politics. Humans will always carry out political activities with other humans to fulfill their needs. including the needs in his position as a citizen. This research focuses on the political education given by Saung Bewara Election in Bandung City, namely the form of political education, methods, obstacles and solutions used by Saung Bewara Election in providing political education in the city of Bandung. The purpose of this study is also to determine the response of the public, including novice voters, regarding the effectiveness of the Saung Bewara Election in Bandung City. The method used in this research is descriptive research with a qualitative approach. The results of this study are the Saung Bewara Election program has not been effective enough in providing political education for novice voters in the city of Bandung, the socialization activities carried out were not massive and the methods of socialization of political education were not enough to attract the attention of the novice voters in the city of Bandung. So it can be seen that the forms and methods of political education provided greatly affect the level of public interest in the city of Bandung, including the novice voting community.Keywords: Effectiveness, Political Education, Beginner Voters
FENOMENA ANAK JALANAN SUATU KAJIAN TERHADAP PERAN DINAS SOSIAL KOTA SERANG Ani Mulyati; Ria Yuni Lestari; Dinar Sugiana Fitrayadi
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 9 (2026): 2026 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i9.1297

Abstract

Fenomena anak jalanan merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih dihadapi oleh berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kota Serang. Keberadaan anak jalanan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kemiskinan, putus sekolah, kondisi keluarga, serta dorongan orang tua yang menyebabkan anak turun ke jalan untuk mencari penghasilan. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah melalui pelaksanaan program pembinaan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kota Serang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Sosial Kota Serang dalam pembinaan anak jalanan, mengidentifikasi program pembinaan yang dilaksanakan, serta mengkaji hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Sosial Kota Serang telah menjalankan perannya melalui kegiatan penjangkauan, pendataan, asesmen, penindakan, rehabilitasi sosial, serta pembinaan lanjutan bagi anak jalanan. Program pembinaan meliputi pemberian bimbingan sosial, bantuan sosial, pendidikan, serta pelatihan keterampilan, seperti Sekolah Rakyat, pelatihan perbengkelan, dan tata boga. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi berbagai hambatan, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya kesadaran orang tua, serta faktor ekonomi yang menyebabkan sebagian anak kembali ke jalanan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi antarlembaga, serta kolaborasi dengan dunia usaha agar program pembinaan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.