Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis 20 orang pamong desa di Kalurahan Pringombo, Kabupaten Gunungkidul, DIY, dalam merakit dan menguji inkubator telur otomatis sebagai teknologi tepat guna. Permasalahan mitra adalah rendahnya keterampilan merancang alat penetas dan minimnya pengetahuan tentang proses inkubasi terkontrol. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis praktik (learning by doing) dengan pendekatan project-based learning. Peserta dibagi menjadi empat kelompok, dan setiap kelompok berhasil merakit satu unit inkubator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa keempat inkubator mampu mempertahankan suhu rata-rata berkisar antara 37.6–38.1°C dan kelembaban 55–65%. Hasil kalibrasi terhadap termohigrometer digital HTC-1 menunjukkan selisih pembacaan suhu rata-rata kurang dari 0.5°C, yang mengindikasikan kinerja alat yang baik. Kegiatan ini secara efektif meningkatkan keterampilan teknis peserta, yang sebelumnya belum pernah memiliki pengalaman serupa, serta pemahaman mereka tentang fungsi pengendalian suhu dan kelembaban dalam proses penetasan. Pelatihan berbasis praktik terbukti efektif untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengadopsi teknologi tepat guna di sektor peternakan skala rumah tangga.
Copyrights © 2026