Pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah pedesaan masih menghadapi berbagai kendala, termasuk di Dusun Kajar, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Keterbatasan sistem pengelolaan menyebabkan pembakaran digunakan sebagai salah satu upaya mengurangi volume sampah. Permasalahan muncul akibat kerusakan kerucut penyangga pada tungku, sehingga sampah diletakkan langsung di dasar tungku dan ruang aliran udara di bawah tumpukan tidak terbentuk secara optimal. Kegiatan ini bertujuan merancang ulang dan menerapkan kerucut penyangga sampah yang sesuai dengan kondisi tungku untuk mendukung aliran udara pembakaran serta meningkatkan fungsi tungku. Metode yang digunakan berupa pendekatan teknologi tepat guna dan partisipatif melalui observasi lapangan, diskusi dengan dua pekerja TPS, perancangan, pembuatan, pemasangan, dan evaluasi alat. Kerucut penyangga dibuat menggunakan besi tulangan beton berdiameter 12 mm dan dipasang pada tungku yang tersedia. Evaluasi dilakukan secara observasional terhadap posisi, kestabilan, fungsi penyangga, dan pembentukan ruang aliran udara, serta melalui diskusi dengan pekerja TPS. Hasil menunjukkan bahwa kerucut dapat terpasang stabil dan membentuk ruang kosong antara dasar tungku dan tumpukan sampah sebagai jalur masuk udara menuju area pembakaran. Penerapan desain ini menunjukkan kesesuaian teknologi dengan kondisi tungku dan kebutuhan pekerja TPS. Namun, pengaruhnya terhadap efisiensi pembakaran dan beban kerja belum terukur secara kuantitatif.
Copyrights © 2026